Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 19.02 WIB

Merasa 'Berbeda' dan Sulit Membedakan Realitas? Kenali Tanda Awal First Episode Psychosis dan Cara Penanganannya

Ilustrasi anak laki-laki yang kesepian (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Anda pernah merasa 'berbeda' dan memiliki gangguan psikis di usia dini? Bisa jadi itulah saat di mana First Episode Psychosis (FEP) terjadi.

First Episode Psychosis adalah kondisi kesehatan mental di mana seseorang mengalami gejala psikotik pertamanya, seperti halusinasi, delusi, dan pemikiran yang tidak teratur sehingga bisa menyebabkan kesulitan membedakan antara realitas dan ketidaknyamanan.

Menentukan saat pertama kali seseorang mulai mengalami psikosis bukanlah hal yang mudah. Banyak orang muda melaporkan bahwa mereka tiba-tiba merasa sangat terfokus pada suatu pikiran, seolah dunia di sekitar menjadi asing dan tidak dapat dipercaya.

Ada berbagai faktor penyebab psikosis, mulai dari kecenderungan genetik, tekanan emosional, trauma masa lalu, bahkan kondisi medis atau penyalahgunaan zat.  

Dalam beberapa kasus, psikosis bisa menjadi pertanda awal gangguan jiwa serius seperti skizofrenia atau bipolar. 

Tanda Kamu Mengalami First Episode Psychosis (FEP)

Melansir dari National Alliance on Mental Illness (NAMI), berikut gejala yang layak diwaspadai sebagai indikasi awal psikosis:

  1. Mendengar, melihat, merasakan, atau mempercayai hal-hal yang tidak dialami orang lain
  2. Kecurigaan berlebihan atau ketidaknyamanan ekstrem terhadap orang lain
  3. Pikiran atau keyakinan yang persisten, aneh, dan sulit diubah
  4. Emosi yang sangat kuat dan tidak pantas, atau justru tidak ada emosi sama sekali
  5. Menjauh dari keluarga atau teman
  6. Penurunan mendadak dalam perawatan diri
  7. Kesulitan berpikir jernih atau berkonsentrasi

Bagaimana dengan Penanganannya?

Penanganan pada tahap awal psikosis (first-episode psychosis) memberikan harapan pemulihan terbesar, bisa memperlambat, menghentikan, bahkan membalikkan efek psikosis.

Pendekatan paling efektif adalah Coordinated Specialty Care (CSC), suatu model perawatan terpadu untuk psikosis tahap awal.

CSC menitikberatkan pada pendekatan berbasis tim yang dirancang khusus untuk kebutuhan unik setiap individu, seperti:

  1. Manajemen kasus dengan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah
  2. Dukungan keluarga dan edukasi dengan melakukan pelatihan bagi keluarga agar bisa mendukung proses pemulihan
  3. Psikoterapi yang akan membantu meningkatkan kesehatan mental, manajemen kondisi, serta keterampilan koping mekanisme
  4. Pengelolaan pengobatan yang paling sesuai dengan dosis rendah

Menangani psikosis sejak awal sangat penting karena membuka peluang besar untuk perubahan positif. 

Dengan bantuan yang tepat, gejalanya bisa dikendalikan dan kualitas hidup penderita bisa terjaga. Percepatan intervensi menjadi langkah pertama menuju jalur pemulihan yang lebih baik.  

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore