
Ilustrasi takhayul (lookstudio/Freepik)
JawaPos.com - Takhayul adalah bagian dari budaya yang telah diwariskan turun-temurun, sering kali dibungkus dengan cerita mistis dan keyakinan spiritual.
Meskipun sebagian orang menganggapnya tidak berbahaya, dalam kenyataannya, takhayul dapat mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem yang berisiko bagi diri sendiri maupun orang lain.
Keyakinan yang tidak berdasar ini kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadi.
Di beberapa kasus, takhayul menjadi alasan dilakukannya ritual atau praktik yang mengatasnamakan solusi atas masalah hidup.
Sayangnya, tidak semua “solusi” tersebut aman atau logis.
Banyak di antaranya memanfaatkan kelemahan emosional dan kepercayaan penuh dari orang yang sedang berada dalam kondisi terdesak.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di pedesaan atau komunitas terpencil, melainkan juga di kota besar.
Dari ritual yang tampak sederhana hingga tindakan ekstrem yang membahayakan, takhayul mampu menjadi jembatan antara kepercayaan dan eksploitasi yang dihimpun dari Psychology Today pada Sabtu (09/08).
Inilah mengapa memahami dampak sebenarnya dari takhayul sangat penting agar Anda tidak terjebak dalam lingkaran manipulasi yang merugikan.
Banyak orang percaya bahwa takhayul dapat membawa keberuntungan atau menghindarkan dari kesialan. Namun, keyakinan ini kerap memicu tindakan yang justru membahayakan.
Salah satu contoh adalah kasus di India, di mana seorang wanita dipaksa mandi telanjang di bawah air terjun sebagai bagian dari ritual untuk mendapatkan anak laki-laki.
Ritual ini bukan hanya melanggar martabat, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam.
Praktik semacam ini sering kali berawal dari dorongan untuk “memperbaiki” keadaan, tetapi caranya tidak masuk akal dan berpotensi melanggar hukum.
Di beberapa daerah, hukum sudah dibuat untuk melarang praktik takhayul yang berbahaya, namun pelanggaran tetap terjadi karena kuatnya pengaruh keyakinan tersebut.
Ketika takhayul dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan ekstrem, masalahnya tidak lagi sebatas keyakinan, tetapi sudah masuk pada ranah pelanggaran hak asasi dan keamanan seseorang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
