Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Agustus 2025 | 19.06 WIB

Bahaya Percaya Takhayul: Dari Ritual Aneh, Kerugian Besar, hingga Jadi Korban Tipu Daya

Ilustrasi takhayul (lookstudio/Freepik) - Image

Ilustrasi takhayul (lookstudio/Freepik)

JawaPos.com - Takhayul adalah bagian dari budaya yang telah diwariskan turun-temurun, sering kali dibungkus dengan cerita mistis dan keyakinan spiritual. 

Meskipun sebagian orang menganggapnya tidak berbahaya, dalam kenyataannya, takhayul dapat mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem yang berisiko bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Keyakinan yang tidak berdasar ini kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan pribadi.

Di beberapa kasus, takhayul menjadi alasan dilakukannya ritual atau praktik yang mengatasnamakan solusi atas masalah hidup. 

Sayangnya, tidak semua “solusi” tersebut aman atau logis. 

Banyak di antaranya memanfaatkan kelemahan emosional dan kepercayaan penuh dari orang yang sedang berada dalam kondisi terdesak.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di pedesaan atau komunitas terpencil, melainkan juga di kota besar. 

Dari ritual yang tampak sederhana hingga tindakan ekstrem yang membahayakan, takhayul mampu menjadi jembatan antara kepercayaan dan eksploitasi yang dihimpun dari Psychology Today pada Sabtu (09/08). 

Inilah mengapa memahami dampak sebenarnya dari takhayul sangat penting agar Anda tidak terjebak dalam lingkaran manipulasi yang merugikan.

1. Takhayul Sebagai Pemicu Tindakan Ekstrem

Banyak orang percaya bahwa takhayul dapat membawa keberuntungan atau menghindarkan dari kesialan. Namun, keyakinan ini kerap memicu tindakan yang justru membahayakan. 

Salah satu contoh adalah kasus di India, di mana seorang wanita dipaksa mandi telanjang di bawah air terjun sebagai bagian dari ritual untuk mendapatkan anak laki-laki. 

Ritual ini bukan hanya melanggar martabat, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam.

Praktik semacam ini sering kali berawal dari dorongan untuk “memperbaiki” keadaan, tetapi caranya tidak masuk akal dan berpotensi melanggar hukum. 

Di beberapa daerah, hukum sudah dibuat untuk melarang praktik takhayul yang berbahaya, namun pelanggaran tetap terjadi karena kuatnya pengaruh keyakinan tersebut.

Ketika takhayul dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan ekstrem, masalahnya tidak lagi sebatas keyakinan, tetapi sudah masuk pada ranah pelanggaran hak asasi dan keamanan seseorang. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore