
Ilustrasi primbon Jawa yang menyimpan tafsir dan makna soal kedutan di berbagai tubuh menurut kepercayaan Jawa kuno. (Freepik)
JawaPos.com – Fenomena kedutan pada bagian tubuh sering kali dianggap biasa dan tak lebih dari reaksi saraf. Namun, dalam tradisi Jawa kuno, setiap kedutan justru diyakini membawa makna khusus.
Sebagian masyarakat bahkan menganggapnya sebagai isyarat alam atas peristiwa yang akan terjadi, baik berupa kabar gembira, peringatan, hingga tanda akan bertemu jodoh.
Keyakinan ini tercatat dalam sejumlah naskah kuno seperti Primbon Jawa Serbaguna, yang sejak dahulu menjadi rujukan masyarakat untuk menafsirkan berbagai tanda-tanda kehidupan.
Bagi masyarakat Jawa tradisional, kedutan bukan sekadar gejala biologis, tetapi juga simbol pesan yang perlu dimaknai secara spiritual dan budaya. Dalam konteks ini, bagian tubuh yang mengalami kedutan menentukan tafsir atau firasat yang menyertainya.
Dilansir dari YouTube Ilmu Kejawen, Jumat (8/8), penafsiran kedutan ini bersumber dari berbagai literatur kejawen seperti kitab primbon karya R. Guna Sasmita dan Romo RDS Ranu Wijojo. Berikut adalah arti-arti kedutan di berbagai bagian tubuh menurut kepercayaan Jawa kuno:
1. Kedutan di Kepala dan Wajah: Rezeki, Kekuasaan, atau Kesedihan
Kedutan di bagian kepala, terutama ubun-ubun, menandakan datangnya kemuliaan dan kekuasaan. Sementara kedutan di dahi kanan menunjukkan rezeki melimpah, dan dahi kiri melambangkan kebahagiaan.
Sebaliknya, kedutan di kelopak mata bawah, terutama sisi kiri, sering dikaitkan dengan pertanda kesedihan atau kemalangan.
2. Kedutan di Pipi, Hidung, dan Bibir: Antara Kabar Baik hingga Gunjingan
Kedutan di pipi kanan dianggap sebagai peringatan akan gangguan dari orang yang tidak menyukai kita, sedangkan di pipi kiri berkaitan dengan kesehatan yang harus dijaga.
Hidung kanan menandakan kemudahan mencari rezeki halal, dan kedutan di bibir tengah bisa menjadi pertanda konflik atau pertengkaran.
3. Kedutan di Dagu, Leher, dan Telinga: Karier, Rezeki, dan Pengakuan Sosial
Jika dagu sebelah kanan berkedut, itu menandakan kemuliaan dalam masyarakat, sementara sisi kiri berkaitan dengan kemudahan pekerjaan.
Leher kanan bisa menandakan datangnya penyakit, dan leher kiri sering diartikan sebagai sakit ringan yang segera sembuh.
Telinga kiri, menariknya, diartikan sebagai pertanda bahwa seseorang sedang dibicarakan karena kebaikannya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
