Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 16.33 WIB

Simak, Alasan Kenapa Seseorang Sering Merasa Tidak Dihargai dan Langkah Efektif untuk Mengembalikan Harga Diri

Seorang wanita duduk termenung, menggambarkan perasaan tidak dihargai yang dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. (Freepik) - Image

Seorang wanita duduk termenung, menggambarkan perasaan tidak dihargai yang dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa sudah melakukan yang terbaik, berkorban banyak, atau selalu ada untuk orang lain, tetapi respon yang didapat justru dingin, acuh, atau bahkan diabaikan?

Perasaan tidak dihargai ini bisa terjadi di lingkungan keluarga, pertemanan, hubungan romantis, bahkan di tempat kerja. Ketika penghargaan yang diharapkan tidak datang, rasa kecewa, marah, hingga putus asa bisa muncul, mempengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental.

Secara psikologis, manusia memang memiliki kebutuhan dasar untuk diakui dan dihormati. Saat pengakuan ini tidak terpenuhi, otak kita memprosesnya sebagai bentuk penolakan sosial yang bisa menimbulkan stres. Jika berlangsung terus-menerus, situasi ini dapat membuat kita mempertanyakan nilai diri sendiri.

Dikutip dari situs Pijar Psikologi dan Inca.ac.idberikut beberapa alasan umum mengapa kita sering merasa tidak dihargai serta langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya:

Penyebab Sering Merasa Tidak Dihargai

1. Kurangnya Pengakuan Sejak Awal

Pengalaman masa kecil yang minim dukungan atau apresiasi dapat meninggalkan luka emosional jangka panjang. Misalnya, hubungan yang kurang sehat dengan orang tua membuat seseorang tumbuh dengan keraguan terhadap nilai dirinya. Akibatnya, di masa dewasa, ia lebih sensitif terhadap tanda-tanda diabaikan atau tidak dihargai.

2. Lingkungan Sosial yang Tidak Mendukung

Ketika berada di lingkungan yang kritis tanpa apresiasi, atau terlalu kompetitif tanpa empati, rasa dihargai akan sulit tumbuh. Tanpa dukungan sosial yang memadai, kita akan merasa seperti berjalan sendirian meski berada di tengah keramaian.

3. Selalu Ada, Justru Tidak Spesial

Terlalu sering hadir dan membantu orang lain tanpa menjaga batas pribadi justru membuat kehadiran kita dianggap bukan sesuatu yang istimewa. Lama-lama, orang lain bisa lupa bahwa bantuan kita adalah bentuk kontribusi yang layak dihargai.

4. Kurangnya Percaya Diri

Orang yang sering meremehkan dirinya sendiri atau enggan menunjukkan pencapaiannya cenderung tidak mendapat pengakuan dari orang lain. Sikap ini tanpa sadar memberi sinyal bahwa kontribusinya tidak penting.

Lantas bagaimana cara untuk mengatasinya agar kita bisa tetap menjaga harga diri dan kesehatan mental? Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan berdasarkan penjelasan dari para pakar psikologi:

1. Tetapkan Batasan yang Sehat

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore