Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 22.39 WIB

Menelusuri 8 Alasan Utama Seseorang Bertahan dalam Hubungan Tanpa Masa Depan

Ilustrasi sepasang kekasih duduk membelakangi satu sama lain di bangku taman, mencerminkan jarak emosional dan kebuntuan dalam hubungan./Freepik - Image

Ilustrasi sepasang kekasih duduk membelakangi satu sama lain di bangku taman, mencerminkan jarak emosional dan kebuntuan dalam hubungan./Freepik

JawaPos.com - Bertahan dalam sebuah hubungan yang tidak lagi membawa kebahagiaan adalah sebuah dilema pelik. Banyak individu mendapati diri mereka terjebak, meskipun mereka sadar bahwa hubungan tersebut tidak lagi memiliki masa depan cerah. Ada beragam faktor pendorong di balik keputusan yang sulit ini.

Melansir dari Geediting.com Senin (4/8), terdapat delapan alasan mendalam mengapa seseorang bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.

Alasan ini sering kali jauh lebih kompleks daripada yang terlihat. Memahami faktor-faktor ini akan memberikan wawasan berharga tentang dinamika hubungan.

1. Ketakutan Menghadapi Kesendirian

Satu di antara alasan terbesar adalah ketakutan untuk sendirian dan memulai kembali. Gagasan tentang membangun hidup dari awal lagi terasa sangat menakutkan. Jadi, orang-orang memilih untuk bertahan pada sesuatu yang familier, bahkan jika itu tidak sempurna.

Mereka takut menghadapi dunia sendirian, sehingga memilih bertahan di zona nyaman. Ketakutan ini menjadi penghalang terbesar untuk keluar dari hubungan tersebut.

2. Kenyamanan dan Keterbiasaan

Hubungan yang sudah berlangsung lama sering kali menawarkan rasa nyaman yang sulit ditinggalkan. Memasuki hubungan baru terasa menakutkan, sehingga lebih baik bertahan pada yang sudah ada. Keakraban terasa lebih menenangkan daripada ketidakpastian.

Seseorang lebih memilih bertahan dalam hubungan tanpa gairah karena sudah nyaman. Mereka enggan melangkah ke hal yang tidak pasti.

3. Ketergantungan Finansial yang Tinggi

Ketergantungan finansial bisa menjadi alasan kuat seseorang tetap berada di hubungan yang buntu. Berbagai tanggungan seperti sewa dan tagihan menjadi ikatan yang sulit dilepaskan. Stabilitas pendapatan ganda sering kali menjadi alasan utama mereka bertahan.

Ketergantungan ini membuat mereka sulit membayangkan hidup secara mandiri. Hal ini menjebak seseorang dalam hubungan yang seharusnya sudah lama berakhir.

4. Menghindari Kerugian yang Sudah Diinvestasikan

Sering kali orang bertahan dalam hubungan yang merugi karena sudah menginvestasikan banyak waktu. Mereka telah mencurahkan energi emosional terlalu banyak ke dalamnya. Mereka tidak ingin semua pengorbanan itu menjadi sia-sia.

Pola pikir ini dikenal sebagai sunk cost fallacy. Pikiran ini mencegah mereka mengakui kegagalan dan melepaskan hubungan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore