Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 06.55 WIB

Sambut Tahun Ajaran Baru, Ini 5 Langkah Praktis Ajarkan Anak Kelola Uang Saku, Ayah Bunda Perlu Tahu

Ilustrasi uang saku. Pemberian uang saku pada anak tidak boleh dilakukan asal-asalan, dan harus memperhatikan kebutuhan anak sekaligus mengajarkan tanggung jawab. - Image

Ilustrasi uang saku. Pemberian uang saku pada anak tidak boleh dilakukan asal-asalan, dan harus memperhatikan kebutuhan anak sekaligus mengajarkan tanggung jawab.

JawaPos.com - Tahun ajaran baru tak hanya menjadi momen untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, juga saat yang tepat bagi orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan keuangan dasar. 

Mengajarkan anak mengatur uang sejak dini penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat dan tanggung jawab dalam mengelola pengeluaran pribadi. 

Berikut 5 langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak belajar mengelola uang sakunya, seperti dirangkum dari laman Indomobil Finance.

1. Tentukan Jumlah dan Waktu Pemberian Uang Saku

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan besaran uang saku anak berdasarkan kebutuhan hariannya di sekolah, serta tentu menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga. 

Setelah itu, orang tua disarankan menentukan frekuensi pemberian uang, seperti per minggu. Metode ini dinilai efektif dalam melatih anak mengelola anggaran dalam jangka waktu tertentu.

2. Ajarkan Budgeting Sederhana

Membuat anggaran keuangan adalah keterampilan penting yang bisa mulai diajarkan sejak anak duduk di bangku sekolah. Orang tua dapat membimbing anak untuk menyusun kategori pengeluaran, seperti jajan, alat tulis, atau tabungan. 

Dengan pengawasan dan arahan yang baik, anak bisa menjalani proses ini dengan menyenangkan dan belajar mengatur keuangan secara bertahap.

3. Diskusikan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Agar anak bisa lebih bijak dalam mengelola uangnya, penting untuk mengenalkan konsep kebutuhan dan keinginan.

Misalnya, perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis masuk dalam kategori kebutuhan, sementara mainan atau jajan tambahan termasuk keinginan. Diskusi ini akan membantu anak memahami prioritas dalam pengeluaran.

4. Biasakan Anak Berpikir Kritis Sebelum Membeli

Di era digital saat ini, anak-anak lebih cepat dan lebih sering terpapar informasi serta iklan produk. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan anak berpikir sebelum membeli. 

Ajari mereka untuk menilai apakah suatu barang benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat. Kebiasaan ini bisa membentuk pola pikir konsumen yang cermat sejak dini.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore