
Ilustrasi uang saku. Pemberian uang saku pada anak tidak boleh dilakukan asal-asalan, dan harus memperhatikan kebutuhan anak sekaligus mengajarkan tanggung jawab.
JawaPos.com - Tahun ajaran baru tak hanya menjadi momen untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, juga saat yang tepat bagi orang tua untuk membekali anak dengan pengetahuan keuangan dasar.
Mengajarkan anak mengatur uang sejak dini penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat dan tanggung jawab dalam mengelola pengeluaran pribadi.
Berikut 5 langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak belajar mengelola uang sakunya, seperti dirangkum dari laman Indomobil Finance.
1. Tentukan Jumlah dan Waktu Pemberian Uang Saku
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan besaran uang saku anak berdasarkan kebutuhan hariannya di sekolah, serta tentu menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga.
Setelah itu, orang tua disarankan menentukan frekuensi pemberian uang, seperti per minggu. Metode ini dinilai efektif dalam melatih anak mengelola anggaran dalam jangka waktu tertentu.
2. Ajarkan Budgeting Sederhana
Membuat anggaran keuangan adalah keterampilan penting yang bisa mulai diajarkan sejak anak duduk di bangku sekolah. Orang tua dapat membimbing anak untuk menyusun kategori pengeluaran, seperti jajan, alat tulis, atau tabungan.
Dengan pengawasan dan arahan yang baik, anak bisa menjalani proses ini dengan menyenangkan dan belajar mengatur keuangan secara bertahap.
3. Diskusikan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan
Agar anak bisa lebih bijak dalam mengelola uangnya, penting untuk mengenalkan konsep kebutuhan dan keinginan.
Misalnya, perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis masuk dalam kategori kebutuhan, sementara mainan atau jajan tambahan termasuk keinginan. Diskusi ini akan membantu anak memahami prioritas dalam pengeluaran.
4. Biasakan Anak Berpikir Kritis Sebelum Membeli
Di era digital saat ini, anak-anak lebih cepat dan lebih sering terpapar informasi serta iklan produk. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan anak berpikir sebelum membeli.
Ajari mereka untuk menilai apakah suatu barang benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat. Kebiasaan ini bisa membentuk pola pikir konsumen yang cermat sejak dini.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
