Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Juni 2025 | 03.05 WIB

Sudah Musim Kemarau Tapi Masih Hujan, Berikut Makanan yang Kaya Vitamin D untuk Melewatinya

Ilustrasi perempuan menggunakan payung saat hujan - Image

Ilustrasi perempuan menggunakan payung saat hujan

JawaPos.com - Walaupun saat ini Indonesia sudah memasuki musim panas, namun hujan beberapa kali hadir tanpa diduga.

Di sebagian daerah terkadang di pagi hari matahari hanya muncul sebentar, dilanjutkan dengan hujan dan mendung seharian.

Hal tersebut tentu mengganggu beberapa imun orang yang membutuhkan lebih banyak vitamin D, nutrisi yang diproduksi tubuh manusia terutama melalui paparan sinar matahari.

Menurut Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, vitamin D berperan penting dalam penyerapan kalsium, yang penting untuk membangun tulang yang kuat.

Vitamin D juga mendukung sistem kekebalan tubuh, membantunya menangkal virus dan bakteri.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang rapuh dan otot lemah, dan bahkan dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular.

Dikutip dari Korea Times, beberapa penelitian juga mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dengan depresi.

Orang dewasa pada umumnya harus mengonsumsi 600 international units (IU) vitamin D setiap hari, sementara mereka yang berusia 71 tahun ke atas harus mengonsumsi 800 IU.

Saat sinar matahari yang langka, terutama selama musim hujan atau di musim pancaroba makanan tertentu dapat membantu mengisi kekurangan tersebut.

Berikut beberapa makanan yang dapat dikonsumsi, untuk memenuhi vitamin D dalam tubuh.

Ikan Salmon
Salah satu sumber vitamin D alami terkaya, salmon menyediakan sekitar 570 IU per 85 gram, terutama jika ditangkap di alam liar.

Salmon yang dibudidayakan mengandung kadar vitamin D yang lebih rendah. Namun membekukan salmon, tidak mempengaruhi kandungan vitamin D secara signifikan.

Telur
Vitamin D terkonsentrasi di kuning telur. Telur berukuran besar mengandung sekitar 44 IU.

Menurut para ilmuwan di Universitas Newcastle di Inggris, telur orak-arik adalah metode memasak terbaik untuk mempertahankan vitamin D, sedangkan telur goreng adalah yang terburuk.

Susu dan Keju
Produk susu yang difortifikasi merupakan sumber vitamin D yang dapat diandalkan. Secangkir susu dapat mengandung hingga 120 IU, sedangkan 40 gram keju menyediakan sekitar 17 IU.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore