Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 13.46 WIB

Cara Sehat Naik Berat Badan ala dr. Tirta: Nggak Ganti Ukuran Baju, Tapi Tambah Massa Otot

ilustrasi Cara Sehat Naik Berat Badan ala dr. Tirta: Nggak Ganti Ukuran Baju, Tapi Tambah Massa Otot / freepik - Image

ilustrasi Cara Sehat Naik Berat Badan ala dr. Tirta: Nggak Ganti Ukuran Baju, Tapi Tambah Massa Otot / freepik

JawaPos.com - Menaikkan berat badan sering dianggap hal negatif. Padahal, jika dilakukan dengan cara yang benar, justru bisa menjadi investasi kesehatan jangka panjang.

Dr. Tirta, seorang dokter dan konten kreator, membuktikannya secara langsung lewat transformasi tubuhnya yang kini lebih padat berisi, tanpa harus ganti ukuran baju.

Dilansir dari laman YouTube Tirta PengPengPeng, ia mengatakan, “Saya naik berat badan tanpa harus ganti size baju, karena yang naik itu bukan lemak, tapi massa otot.”

Ungkapan ini membuka mata banyak orang bahwa gemuk belum tentu tidak sehat, asal bobot yang naik adalah otot, bukan lemak jenuh.

Transformasi ini bukan sekadar hasil latihan, tapi buah dari pola hidup yang ditata secara sadar.

Dr. Tirta berbagi kisahnya dimulai sejak akhir 2021, saat ia memutuskan untuk serius berolahraga. Namun, karena awalnya tidak tahu cara yang tepat, tubuhnya justru kelelahan dan cedera berulang.

Dari sinilah ia belajar bahwa olahraga tidak bisa berdiri sendiri, harus disesuaikan dengan tujuan, pekerjaan, dan kapasitas tubuh.

“Saya itu dulu olahraga asal-asalan, akhirnya cedera terus karena overtraining dan kurang istirahat,” ujarnya.

Hal ini menyadarkan dirinya bahwa tujuan olahraga perlu ditetapkan sejak awal. Mau jadi atlet? Mau sekadar sehat? Atau sekadar fun? Jawaban ini akan memengaruhi jenis dan intensitas latihan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan olahraga dengan kondisi pekerjaan. “Kalau kerja shift malam, stressor-nya udah tinggi. Jangan paksain olahraga berat. Pilih hari saat badan nggak capek,” katanya.

Tubuh yang lelah karena kerja fisik atau tekanan psikologis tidak bisa dipaksa produktif lewat olahraga, karena justru berisiko menimbulkan cedera atau burnout.

Bagian penting lainnya adalah soal berat badan dan metabolisme. Dr. Tirta menyebut dirinya bertipe ektomorf, bentuk tubuh dengan metabolisme cepat yang cenderung kurus meski makan banyak.

Karena itulah ia harus menambah asupan kalori dan mengurangi aktivitas fisik di luar olahraga agar energi tidak habis percuma.

“Saya harus lebihkan kalori harian karena kerjaan saya banyak. Kalau nggak, otot nggak bisa tumbuh,” jelasnya.

Maka dari itu, ia membalik kebiasaan lama: bukan olahraga dulu baru atur makan, tapi pola makan disusun lebih dulu. Asupan yang cukup adalah bahan bakar utama tubuh untuk tumbuh dan pulih.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore