Ilustrasi orang yang makan makanan manis (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Saat stres melanda pikiran kita, sering kali mengincar makanan manis seperti cokelat, gulali, cotton candy, cake, atau cookies.
Sepotong cookies atau satu slice cake mungkin bisa meredakan stres dan kembali meningkatkan energi yang sudah terkuras. Tapi sedikit dari kita yang tidak menyadari akan hal itu.
Dikutip dari laman Kemenkes pada Rabu (07/05), menurut Achim Peters dalam Jurnal Scientific American tahun 2019, gula dapat menurunkan respons stres di otak manusia.
Sehingga akibatnya, kita mungkin mengonsumsi gula sebagai cara cepat untuk menahan perasaan stres, lalu menjadi sebuah mindset yang ditanamkan setiap orang.
Menurut yang dikutip dari laman DM News pada Rabu (07/05) dalam penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association, peningkatan kadar kortisol dapat memicu keinginan untuk makanan berenergi tinggi, yang sering diterjemahkan menjadi gula dan karbohidrat.
Stres dapat menguras sumber daya mental kita, sehingga tubuh mencari perbaikan cepat, dan gula memberikan dorongan energi yang hampir seketika.
Mungkin untuk jangka pendek itu terasa bagus. Tapi dalam jangka panjang, bisa menjadi lingkaran setan di mana kita terbiasa menenangkan stres dengan suguhan manis.
Ini adalah pola yang didukung oleh para ahli seperti peneliti nutrisi di Harvard School of Public Health, yang mencatat bahwa stres kronis dapat menyebabkan "makan yang nyaman."
Lalu gula ini sering kali merupakan kenyamanan tercepat dan paling mudah ditemukan di dapur atau mungkin mini market terdekat.
Seperti halnya sebuah pengalaman yang dialami oleh penulis, ketika sedang stres bekerja dan pelariannya mengonsumsi minuman boba dan makan cokelat, berat badannya melonjak 10 kg dalam satu tahun.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa kita tidak dianjurkan makan secara emosional, dan sebetulnya stres itu bisa dikendalikan dengan cara yang baik.
Contohnya mengonsumsi makanan sehat, olahraga, dan, berdiam diri sejenak di tengah suasana alam sehingga stres itu akan terobati tanpa memiliki dampak buruk dalam jangka panjang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
