Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 00.14 WIB

7 Resiko Minuman Manis yang Dihindari Dokter Lansia agar Tubuh Tetap Sehat dan Umur Panjang Berdasarkan Ilmu Gizi

Ilustrasi minuman manis (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Menjaga kesehatan dan memperlambat penuaan dapat dilakukan dengan menghindari konsumsi minuman manis setiap hari.

Minuman manis adalah segala jenis minuman yang mengandung tambahan gula dalam jumlah tinggi, seperti soda dan es teh manis.

Menurut Dr. Monica Mahajan, Direktur Medis Center for Better Aging, konsumsi minuman manis berdampak langsung pada percepatan penuaan sel.

Mengetahui resiko dari konsumsi minuman manis membantu membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat untuk mempertahankan kualitas hidup di usia lanjut.

Berikut 7 resiko minuman manis yang dihindari dokter lansia agar tubuh tetap sehat dan umur panjang berdasarkan ilmu gizi dilansir dari laman Huffpost, Selasa (29/4):

1. Percepatan Penuaan Sel

Minuman manis terbukti mempercepat penuaan sel berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan di Journal of the Science of Food and Agriculture. Konsumsi rutin minuman ini mempercepat kerusakan DNA, memperpendek telomer sel, serta meningkatkan stres oksidatif.

Sel yang menua lebih cepat berisiko menyebabkan berbagai gangguan degeneratif. Menghindari minuman manis menjadi langkah sederhana untuk memperlambat proses penuaan alami.

2. Peningkatan Risiko Penyakit Kronis

Minuman manis memicu peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan hipertensi. Dr. Lakelyn Eichenberger, gerontology dari Home Instead, menyatakan bahwa gula rafinasi dalam minuman manis memicu peradangan kronis.

Peningkatan peradangan dalam tubuh mempercepat timbulnya penyakit metabolik. Menjaga konsumsi minuman tanpa tambahan gula membantu memperpanjang masa hidup sehat.

3. Dampak Negatif pada Kesehatan Usus

Pemanis buatan dalam soda diet berdampak buruk terhadap mikrobioma usus menurut penelitian di Nature. Gangguan keseimbangan bakteri baik di usus berkaitan dengan penurunan kekebalan tubuh dan kesehatan mental.

Konsumsi rutin minuman berpemanis buatan menurunkan diversitas mikrobioma usus. Memilih air putih atau infus buah menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan pencernaan.

4. Penyebab Penambahan Berat Badan

Minuman manis mengandung kalori tinggi yang tidak memberikan rasa kenyang, mendorong asupan kalori berlebih. Hubungan kuat antara minuman manis dengan obesitas pada usia lanjut.

Kelebihan berat badan memperparah risiko berbagai penyakit kronis. Membatasi minuman manis mendukung pengelolaan berat badan optimal.

5. Dampak Buruk pada Fungsi Ginjal

Konsumsi minuman manis berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal karena beban filtrasi yang lebih berat. Konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

Ginjal membutuhkan hidrasi optimal dengan cairan tanpa tambahan gula. Air mineral tetap menjadi pilihan terbaik untuk kesehatan ginjal.

6. Kerusakan Gigi dan Mulut

Minuman manis mempercepat pembentukan plak dan meningkatkan risiko kerusakan gigi, apalagi pada lansia. Gula berinteraksi dengan bakteri di mulut menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.

Perawatan kesehatan mulut yang optimal penting untuk mencegah komplikasi kesehatan serius. Mengurangi konsumsi minuman manis membantu menjaga kesehatan mulut lebih lama.

7. Alternatif Sehat Pengganti Minuman Manis

Mengganti minuman manis dengan air mineral atau air soda tanpa pemanis menjaga hidrasi tanpa efek samping. Menambahkan irisan buah seperti lemon atau daun mint ke dalam air dapat memberikan rasa segar alami.

Alternatif ini mendukung hidrasi optimal serta membantu menurunkan keinginan mengkonsumsi minuman manis. Pilihan cerdas ini membantu memperbaiki pola hidup sejak dini.

Menghindari konsumsi minuman manis setiap hari menjadi langkah efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, memperlambat penuaan, dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore