Ilustrasi seseorang yang mengalami stress (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Di masa stres, hidup kita bisa berantakan. Rencana harian tiba-tiba hilang begitu saja. Fokus terkuras, suasana hati jadi mudah terganggu. Tanpa struktur, stres malah bikin pikiran makin kalut.
Banyak orang yang WFH merasakan jadwal yang tiba‑tiba tak terkontrol, lalu malah bekerja sampai larut. Kondisi ini menimbulkan stres baru karena batas antara kerja dan istirahat jadi kabur. Seperti penjelasan Rachel Goldman, PhD, "Jika tidak ada struktur rutinitas, pikiran cuma berputar pada situasi stres, memicu kecemasan tambahan."
Menjaga struktur dan rutinitas harian bisa membantu kamu merasa lebih terkendali. Dilansir dari verywellmind.com pada Senin (21/04), berikut adalah tips praktis untuk mempertahankan struktur saat situasi penuh tekanan. Dengan struktur yang jelas, kamu bisa lebih mudah membentuk kebiasaan sehat dan fokus pada hal yang bisa dikontrol.
Mulai dari Hal yang Bisa Dikontrol
Langkah pertama: fokus pada hal-hal sederhana yang ada di tanganmu. Tentukan jam bangun dan tidur rutin, misalnya bangun pukul 06.00 untuk shalat Subuh atau olahraga pagi, lalu tidur kembali sebelum pukul 22.00. Begitu juga waktu makan; apakah kamu lebih suka sarapan bubur ayam pukul 07.00 atau nasi uduk pukul 08.00, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kenyamanan.
Dengan jadwal yang teratur, tubuh dan pikiran mendapat sinyal kapan harus beraktivitas dan kapan saatnya istirahat. Contohnya, setelah makan siang pukul 12.00, kamu bisa jadwalkan 15 menit istirahat untuk membaca koran online atau mendengarkan musik. Pola sederhana ini menciptakan kepastian kecil yang berarti besar bagi kesehatan mental.
Prioritaskan Rutinitas untuk Kesehatan Mental dan Fisik
Prioritaskan dulu kebutuhan dasar: makan bergizi, tidur cukup, dan menjaga kebersihan diri. Rutinitas sarapan sehat—misalnya smoothie buah lokal atau nasi pecel—memastikan energi kamu stabil sepanjang hari. Begitu juga mandi pagi dan sore, yang memberi jeda segar sekaligus meningkatkan mood.
Setelah kebutuhan primer terjaga, barulah sisipkan aktivitas sekunder seperti olahraga, bersosialisasi, dan rekreasi ringan. Misalnya, jalan kaki keliling kompleks setiap sore atau video call dengan teman dekat seminggu sekali. Aktivitas ini penting untuk menjaga semangat serta mengalihkan pikiran dari tekanan.
Membuat daftar harian juga membantu menata prioritas. Tuliskan semua tugas, mulai dari menyelesaikan laporan kerja hingga mencuci piring setelah makan malam. Dengan begitu, kamu bisa melihat gambaran besar tanggung jawab dan mencegah lupa hal-hal kecil yang kerap menumpuk.
Jangan lupa sisipkan 'hadiah kecil' sebagai self-reward, misalnya setelah selesai beres-beres, beri diri kamu waktu nonton drama Korea favorit atau menyeruput kopi tubruk hangat sambil duduk santai. Reward sederhana seperti ini bikin otak senang dan meningkatkan motivasi untuk tetap konsisten.
Evaluasi dan Penyesuaian
Seiring berjalannya waktu, perhatikan kapan kamu merasa paling berenergi dan kapan malah lesu. Misalnya, banyak orang merasa lesu menjelang sore—itu sinyal untuk memasukkan jeda singkat atau snack sehat. Catat pola ini agar kamu bisa menyesuaikan jadwal berikutnya.
Jika suatu kegiatan dirasa kurang efektif atau malah menambah beban, ubah sedikit saja. Misalnya, kalau olahraga pagi terlalu dini, coba geser ke sore hari usai pulang kerja. Kuncinya adalah fleksibilitas: rutinitas harus membantu, bukan menambah stres.
Ingat, membangun kebiasaan baru butuh waktu dan kesabaran ekstra. Rachel Goldman menekankan, "Jangan menuntut kesempurnaan di tengah situasi yang sudah penuh tekanan." Kegagalan sesekali itu wajar, jadi anggap saja sebagai proses belajar.
Terakhir, bersikaplah lembut pada diri sendiri. Saat satu hari rutinitas terasa kacau, jangan buru‑buru menghakimi. Hari berikutnya, kembali lagi ke pola yang sudah kamu bentuk. Dengan begitu, stress momentari pun bisa kamu atasi sembari terus membangun struktur hidup yang lebih kokoh.
Riset menunjukkan bahwa rutinitas harian bisa meredam efek buruk stres pada kesehatan mental. Dengan melakukan kebiasaan rutin—mulai dari bangun pagi, sarapan, hingga tidur malam—otak belajar mengenali pola nyaman yang stabil. Pola ini membantu menurunkan hormon stres dan membuat suasana hati lebih stabil.
Selain itu, rutinitas mempermudah kamu membentuk kebiasaan sehat lain. Saat kewajiban dasar sudah otomatis', kamu punya energi lebih buat olahraga ringan, membaca buku, atau menikmati hobi tanpa merasa terbebani oleh tugas tertunda.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
