Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 00.42 WIB

Hanya 20% Tinta Tato Bertahan di Kulit, Kemana Sisanya? Penelitian Ungkap Fakta!

Ilustrasi tinta tato. (Freepik) - Image

Ilustrasi tinta tato. (Freepik)

JawaPos.com – Tinta tato yang disuntikkan ke kulit melalui jarum hanya sebagian kecil yang bertahan di dermis. Penelitian terkini mengungkap bahwa sebagian besar tinta justru terdorong keluar saat proses penyembuhan berlangsung.

Tinta tato terdiri dari pigmen warna yang dicampur dengan cairan pembawa agar dapat menembus lapisan kulit. Setelah disuntikkan, sebagian tinta akan diserap tubuh dan dikeluarkan melalui berbagai mekanisme biologis.

Mengetahui bagaimana tinta tato berinteraksi dengan tubuh membantu memahami potensi dampaknya terhadap kesehatan. Pemahaman ini juga memberikan wawasan lebih dalam tentang keamanan dan efektivitas bahan yang digunakan dalam pembuatan tato.

Berikut penjelasan tentang penelitian bahwa hanya 20% tinta tato tetap di kulit, sementara sisanya dikeluarkan atau diserap tubuh, yang dikutip dari laman Greenmemag oleh JawaPos.com, Rabu (19/3).

1. Proses Penyuntikan Tinta

Jarum tato menusuk kulit dengan kecepatan tinggi. Dalam satu detik, jarum dapat bergerak hingga 100 kali untuk menyuntikkan tinta ke dalam dermis.

Lapisan ini dipilih karena lebih stabil dibandingkan epidermis yang terus beregenerasi. Kedalaman penyuntikan berkisar antara 0,15 cm hingga 0,2 cm agar tinta dapat bertahan lebih lama.

Setiap warna tinta memiliki komposisi berbeda yang dapat mempengaruhi daya serap kulit. Faktor teknik tato juga berperan dalam menentukan seberapa banyak tinta yang menetap.

2. Sebagian Tinta Keluar dari Kulit

Tidak semua tinta akan terserap secara permanen di dermis. Hanya sekitar 20% tinta yang menetap, sementara sisanya terdorong keluar oleh proses alami tubuh.

Saat penyembuhan berlangsung, tubuh berusaha mengeluarkan partikel asing yang masuk, termasuk pigmen tato. Sebagian besar tinta keluar melalui pengelupasan kulit dan cairan limfatik.

Faktor seperti jenis tinta, teknik tato, dan respons tubuh mempengaruhi jumlah tinta yang bertahan. Tinta yang tidak menetap di kulit akan berakhir dalam sistem ekskresi tubuh.

3. Sistem Imun Bereaksi terhadap Tinta

Tubuh mengenali tinta sebagai zat asing dan mengaktifkan sistem imun. Sel makrofag berperan dalam menangkap pigmen tinta yang masuk ke dalam kulit.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore