Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 20.56 WIB

Dampak 72 Jam Tanpa Ponsel: 7 Perubahan Aktivitas Otak yang Mengejutkan Menurut Sains

Ilustrasi jeda dari ponsel (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi jeda dari ponsel (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Ponsel pintar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Penelitian terbaru mengungkap bahwa jeda sementara dari penggunaannya dapat mengubah aktivitas otak, terutama di area yang berhubungan dengan penghargaan dan pengendalian diri.

Ponsel pintar merupakan perangkat elektronik yang memungkinkan komunikasi, akses informasi, dan berbagai fungsi lainnya. Penggunaannya yang intens dapat mempengaruhi pola pikir dan respons otak terhadap berbagai stimulus.

Mengetahui dampak ponsel pintar terhadap otak membantu memahami kebiasaan digital yang lebih sehat. Hal ini juga berkontribusi dalam pengelolaan penggunaan teknologi agar tetap memberikan manfaat tanpa mengurangi kualitas hidup.

Melansir dari laman Psypost, Minggu (16/3), terdapat tujuh perubahan otak yang mengejutkan setelah seseorang tidak menggunakan ponsel pintar selama 72 jam.

Aktivitas otak berubah setelah jeda. Studi menemukan perubahan pada area terkait penghargaan dan pengendalian diri setelah 72 jam tanpa ponsel pintar.

Peningkatan aktivitas di korteks cingulate anterior dan nukleus akumbens menunjukkan bahwa otak merespons ponsel seperti stimulus menyenangkan. Perubahan ini mirip dengan respons individu yang mengurangi kebiasaan tertentu dalam waktu singkat.

Hal ini menunjukkan bahwa otak mampu beradaptasi terhadap perubahan pola penggunaan teknologi. Membatasi penggunaan ponsel secara berkala dapat berdampak positif pada fungsi otak.

2. Kaitan dengan Keinginan dan Impulsivitas

Jeda meningkatkan kejelasan pola keinginan. Setelah 72 jam tanpa ponsel, respons otak terhadap isyarat ponsel meningkat.

Hal ini menunjukkan bahwa istirahat sejenak dapat memperjelas pola keinginan terhadap ponsel. Korteks parietal, yang berperan dalam pemrosesan sensorik, juga menunjukkan perubahan aktivitas terkait keinginan.

Studi lain mengkonfirmasi bahwa penggunaan teknologi mempengaruhi pengendalian impuls. Memahami pola ini dapat membantu mengelola kebiasaan digital agar lebih sehat dan terkendali.

3. Respons Otak terhadap Gambar Ponsel Pintar

Jeda mengurangi daya tarik visual ponsel. Studi membandingkan respons otak terhadap gambar ponsel yang menyala, mati, dan objek netral.

Setelah pembatasan, reaksi otak terhadap ponsel yang menyala cenderung menurun. Penurunan aktivitas di gyrus frontal tengah dan lobulus parietalis superior menunjukkan bahwa ponsel menjadi kurang menarik secara visual.

Hal ini menegaskan bahwa kebiasaan mempengaruhi cara otak merespons stimulus teknologi. Mengatur pola penggunaan dapat membantu meningkatkan fokus dan perhatian.

4. Hubungan dengan Neurotransmiter

Penggunaan ponsel berhubungan dengan dopamin. Perubahan aktivitas otak setelah pembatasan dikaitkan dengan sistem dopamin dan serotonin.

Dopamin berperan dalam penghargaan dan motivasi, sementara serotonin mempengaruhi suasana hati. Studi menunjukkan bahwa otak merespons ponsel serupa dengan perilaku yang melibatkan penghargaan.

Pengurangan penggunaan ponsel dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan kimia otak. Mengurangi ketergantungan terhadap ponsel dapat berdampak positif bagi kesehatan mental.

5. Efek terhadap Perhatian dan Konsentrasi

Pembatasan ponsel meningkatkan fokus. Studi menunjukkan bahwa jeda ponsel dapat meningkatkan kontrol kognitif dan mengurangi gangguan perhatian.

Penurunan aktivitas di beberapa area otak menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap ponsel menghambat fokus. Penggunaan yang lebih terkendali berpotensi meningkatkan produktivitas.

Kesadaran akan dampak ini membantu membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat. Mengatur durasi penggunaan ponsel dapat meningkatkan kualitas konsentrasi.

6. Durasi Efek yang Dihasilkan

Efek jeda ponsel belum diketahui pasti. Belum ada kepastian seberapa lama perubahan aktivitas otak bertahan setelah pembatasan.

Studi ini hanya meneliti dampak jangka pendek selama 72 jam. Kemungkinan efeknya bertahan lebih lama jika pembatasan dilakukan berulang kali.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui dampak permanen penggunaan ponsel pada struktur dan fungsi otak. Eksperimen lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk memahami efek jangka panjangnya.

7. Implikasi terhadap Kebiasaan Digital

Jeda ponsel bermanfaat bagi keseimbangan digital. Penelitian memberikan wawasan tentang cara mengelola penggunaan ponsel lebih bijak.

Mengurangi waktu penggunaan secara berkala memberi otak kesempatan beradaptasi dan mengurangi ketergantungan. Strategi seperti mengatur jadwal penggunaan dan membatasi waktu sebelum tidur dapat diterapkan.

Kesadaran akan pola ini membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan teknologi. Dengan menerapkan pola penggunaan yang lebih bijak, keseimbangan digital dapat lebih mudah dicapai.

Penelitian menunjukkan bahwa pembatasan ponsel selama 72 jam berdampak pada aktivitas otak yang berkaitan dengan penghargaan dan pengendalian diri. Pemahaman mengenai hal ini dapat membantu mengelola kebiasaan digital agar lebih sehat dan seimbang.

Jeda 72 jam dari ponsel pintar terbukti dapat mempengaruhi aktivitas otak yang berkaitan dengan penghargaan, keinginan, dan pengendalian diri. Dengan menerapkan pembatasan penggunaan secara berkala, individu dapat meningkatkan fokus, mengurangi ketergantungan, dan membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore