Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 00.17 WIB

7 Frasa yang Sering Digunakan oleh Orang "Self Centered" Saat Sedang Mengobrol, Menurut Psikologi

Ilustrasi oranga yng self centered (freepik) - Image

Ilustrasi oranga yng self centered (freepik)

JawaPos.com - Orang yang egois sering kali menunjukkan sikapnya melalui kata-kata yang mereka gunakan. Tidak seperti orang yang percaya diri yang memahami nilai dirinya tanpa harus merendahkan orang lain, individu yang egois cenderung lebih fokus pada dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan perasaan atau sudut pandang orang lain. Memahami pola komunikasi mereka bisa membantu kita dalam menghadapi situasi yang sulit, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi.

Dilansir dari YouTube Geediting, Jumat (28/02), berikut adalah 7 frasa yang sering digunakan oleh orang egois dalam percakapan sehari-hari:

1. "Aku, Saya, Milikku…"

Dalam psikologi, penggunaan kata ganti orang pertama seperti "aku," "saya," "milikku," atau "punyaku" secara berlebihan bisa menjadi tanda seseorang yang terlalu berpusat pada dirinya sendiri. Mereka cenderung menempatkan diri mereka sebagai pusat dalam setiap percakapan, tanpa benar-benar peduli dengan orang lain.

Misalnya, dalam diskusi tentang proyek tim, orang egois mungkin lebih sering mengatakan, "Saya yang mengerjakan ini," atau "Menurut saya, ini adalah ide saya." Meskipun penggunaan kata-kata tersebut wajar, jika terlalu sering muncul, bisa jadi itu adalah tanda kurangnya kepedulian terhadap kontribusi orang lain.

2. "Kamu Tidak Akan Mengerti…"

Frasa ini sering digunakan untuk merendahkan orang lain secara halus, seolah-olah hanya mereka yang memiliki pengalaman atau wawasan tertentu. Orang egois cenderung menganggap dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain dan sulit menerima bahwa orang lain mungkin memiliki perspektif yang valid.

Sebagai contoh, ketika seseorang bertanya tentang masalah yang sedang dihadapi, orang egois mungkin akan berkata, "Kamu nggak akan paham," daripada mencoba menjelaskan dengan sabar. Ini menunjukkan kecenderungan untuk menutup diri dari komunikasi yang sehat.

3. "Aku Sudah Tahu Sejak Awal…"

Orang egois sering menggunakan frasa ini untuk menegaskan bahwa mereka selalu benar atau memiliki wawasan lebih dari orang lain. Dalam psikologi, ini disebut hindsight bias, yaitu kecenderungan seseorang untuk merasa bahwa mereka telah mengetahui suatu hasil sejak awal, meskipun kenyataannya tidak demikian.

Misalnya, setelah sebuah keputusan yang sukses, mereka mungkin akan berkata, "Aku sudah tahu ini yang terbaik dari awal," tanpa menyadari bahwa mereka mungkin juga memiliki keraguan sebelumnya. Hal ini membuat mereka terlihat seolah-olah selalu lebih unggul dibandingkan orang lain.

4. "Itu Bukan Salah Saya…"

Orang egois cenderung sulit mengakui kesalahan dan lebih suka menyalahkan orang lain. Mereka menggunakan frasa ini untuk menghindari tanggung jawab, baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi.

Dalam lingkungan kerja, misalnya, jika proyek mengalami masalah, orang yang egois mungkin akan langsung berkata, "Itu bukan salah saya, itu karena tim tidak bekerja dengan baik," daripada menerima tanggung jawab dan mencari solusi bersama. Sikap ini bisa merugikan hubungan dengan rekan kerja dan menghambat pertumbuhan pribadi.

5. "Aku Tidak Butuh Siapa-Siapa…"

Meskipun terdengar seperti bentuk kemandirian, pernyataan ini sering kali menunjukkan ketidakmampuan untuk menjalin hubungan yang sehat. Orang egois cenderung menolak bantuan atau dukungan dari orang lain karena mereka ingin terlihat lebih unggul dan mandiri.

Padahal, dalam kehidupan nyata, setiap orang pasti membutuhkan dukungan sosial. Mengatakan "Aku tidak butuh siapa-siapa" justru bisa menjadi penghalang dalam membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna.

6. "Aku Hanya Jujur Saja…"

Kejujuran memang penting, tetapi jika digunakan sebagai alasan untuk berkata kasar atau menyakiti orang lain, itu bisa menjadi tanda sikap egois. Frasa ini sering digunakan untuk membenarkan kata-kata yang menyakitkan dengan dalih bahwa mereka hanya "berbicara apa adanya."

Misalnya, seseorang bisa berkata, "Aku cuma jujur, baju itu nggak cocok buat kamu," tanpa mempertimbangkan bagaimana perasaan orang lain. Kejujuran yang baik adalah yang disampaikan dengan empati, bukan dengan cara yang menyakiti.

7. "Sudahlah, Cukup Tentang Kamu, Sekarang Giliran Aku…"

Frasa ini menunjukkan kurangnya minat terhadap orang lain dalam percakapan. Orang yang egois sering kali tidak sabar ketika orang lain berbicara dan lebih ingin mendominasi diskusi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore