Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 18.00 WIB

Orang yang Selalu Merasa Benar dan Tak Pernah Mengaku Salah Biasanya Menunjukkan 7 Tanda Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang selalu merasa benar. (Pexels) - Image

Ilustrasi orang yang selalu merasa benar. (Pexels)

JawaPos.com - Kita semua pasti pernah bertemu dengan seseorang yang selalu merasa benar dan seolah "anti-minta maaf." Mereka tak mau mengakui salah meski sebenarnya begitu faktanya.

Mereka selalu punya cara tersendiri untuk menghindari pengakuan bahwa mereka melakukan kesalahan.

Menurut psikologi, sebenarnya ada beberapa sifat khas yang membuat mereka tetap bersikeras pada pendapatnya, meskipun bukti mengatakan sebaliknya. Mari kita bahas satu per satu, dikutip dari Small Business Bonfire, Kamis (27/2).

  1. Selalu merasa paling benar

Orang yang sulit mengakui kesalahannya biasanya punya keyakinan yang sangat kuat terhadap pendapatnya sendiri. Bagi mereka, jika ada perbedaan pendapat, berarti orang lain yang salah, bukan mereka.

Ini bukan sekadar ego tinggi, tetapi sering kali karena mereka benar-benar percaya bahwa sudut pandang mereka lebih masuk akal dibandingkan orang lain.

  1. Jago mengalihkan kesalahan

Pernah punya teman yang kalau ditegur malah menyalahkan orang lain atau keadaan? Mereka punya bakat khusus dalam mengalihkan tanggung jawab.

Misalnya, jika terlambat ke kantor, mereka akan menyalahkan macet, bukan karena mereka sendiri yang bangun kesiangan. Taktik ini memungkinkan mereka tetap merasa "bersih" tanpa harus mengakui kesalahan.

  1. Pintar membuat alasan

Ada orang yang selalu punya alasan logis untuk membenarkan kesalahannya. Mereka bisa merasionalisasi apa pun untuk menjaga harga diri mereka.

Misalnya, jika mereka lupa janji, bukannya mengaku salah, mereka akan berkata, "Aku banyak pekerjaan, jadi wajar kalau lupa. "Mereka lebih suka mencari pembenaran daripada sekadar berkata, "Ya, aku salah."

  1. Menghindari kata "maaf"

Bagi mereka, meminta maaf terasa seperti kekalahan. Mereka mungkin akan mengakui ada yang salah, tapi tetap tidak mau mengucapkan kata "maaf."

Sebagai gantinya, mereka mungkin berkata, "Aku menyesal ini terjadi," tanpa mengakui bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.

  1. Suka mengontrol segalanya

Orang yang sulit mengakui kesalahan sering kali punya kebutuhan besar untuk mengendalikan keadaan. Mengakui kesalahan bisa terasa seperti kehilangan kendali, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa mereka terima. 

Mereka lebih suka mempertahankan narasi bahwa mereka selalu benar, agar tetap merasa aman dan berkuasa.

  1. Terlalu keras kepala

Ada perbedaan antara konsisten dan keras kepala. Orang yang sulit mengakui kesalahan cenderung tetap bertahan pada pendapatnya meskipun sudah jelas-jelas terbukti salah.

Mereka lebih memilih mempertahankan argumen mereka daripada mengubah pendapat, karena takut terlihat lemah atau tidak konsisten.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore