Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 17.47 WIB

8 Perilaku yang Sebaiknya Ditinggalkan Jika Anda Ingin Anak-anak Tetap Menghormati Anda Saat Mereka Dewasa, Menurut Psikologi

Menghabiskan waktu bersama adalah salah satu tips membangun hubungan positif antara orang tua dan anak (freepik) - Image

Menghabiskan waktu bersama adalah salah satu tips membangun hubungan positif antara orang tua dan anak (freepik)

JawaPos.Com - Mengasuh anak bukanlah tentang menjadi sempurna, tetapi tentang terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka.

Oleh karenanya, menjadi orang tua adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Salah satu harapan terbesar orang tua adalah mendapatkan penghormatan dan kasih sayang dari anak-anak mereka, bahkan setelah mereka tumbuh dewasa.

Namun tanpa disadari, ada perilaku-perilaku tertentu yang dapat merusak hubungan ini dan membuat anak-anak menjauh ketika mereka dewasa.

Ya, menjaga hubungan yang sehat dan penuh hormat dengan anak-anak di masa dewasa bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan hasil dari pola asuh yang diterapkan sejak kecil.

Oleh karenanya, menghindari beberapa perilaku berikut ini, orang tua diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan penuh kasih dengan anak-anak mereka.

Alhasil, saat anak-anak tumbuh dewasa mereka tetap menghormati dan menghargai orang tua mereka bahkan ketika sudah dewasa.

Seperti dilansir Geediting.com, berikut adalah delapan perilaku yang sebaiknya dihindari agar anak-anak tetap menghormati Anda seiring bertambahnya usia mereka.

1. Mengabaikan Perasaan Anak

Anak-anak memiliki perasaan yang sama validnya dengan orang dewasa. Namun, sering kali orang tua mengabaikan emosi mereka dengan alasan bahwa mereka masih kecil dan belum memahami dunia.

Ketika seorang anak merasa sedih, marah, atau kecewa, penting bagi orang tua untuk mendengarkan dan mengakui perasaan mereka.

Mengabaikan emosi anak hanya akan membuat mereka merasa tidak dihargai dan cenderung menutup diri dari orang tua di masa depan.

Sebagai contoh, ketika seorang anak pulang dari sekolah dengan wajah murung dan menceritakan bahwa temannya tidak mau bermain dengannya, mengabaikan atau meremehkan perasaannya dengan mengatakan, "Ah, itu hanya masalah kecil," dapat membuat anak merasa tidak didengar.

Sebaliknya, mendengarkan dan menunjukkan empati akan membuat anak merasa dihargai dan lebih terbuka dalam berbagi perasaan di masa depan.

2. Memberikan Hukuman Tanpa Penjelasan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore