Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 02.00 WIB

Trik Menghadapi Pelaku Playing Victim: 7 Frasa Cerdas untuk Membalikkan Keadaan pada Orang yang Membuatmu Merasa Bersalah

Ilustrasi seseorang yang playing victim. - Image

Ilustrasi seseorang yang playing victim.

JawaPos.com - Kita semua pernah mengalaminya. Momen tidak mengenakkan ketika seseorang berhasil memasukkan sedikit rasa bersalah ke dalam percakapan, membuat kita merasa terpojok, terpaksa, atau sekadar merasa buruk.

Mereka adalah ahli dalam memainkan peran korban dan selalu menemukan cara untuk memutar balik keadaan agar seolah-olah mereka yang paling menderita. Jika dibiarkan, mereka bisa mengendalikan keputusan dan emosi kita dengan cara yang tidak sehat.

Jadi, bagaimana cara menghadapi pelaku playing victim tanpa terjebak dalam jebakan rasa bersalah mereka?

Dilansir dari laman Hack Spirit pada Minggu (16/2) berikut adalah tujuh frasa cerdas untuk membalikkan keadaan dan mengambil kembali kendali tanpa harus terbawa drama mereka.

1. "Aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi aku melihatnya secara berbeda."

Anda berhak atas sudut pandang Anda, sama seperti mereka berhak atas sudut pandang mereka. Dan tidak apa-apa untuk mengungkapkannya. Pernyataan sederhana ini mengakui perasaan mereka tanpa meremehkan perasaan Anda sendiri.

Dengan berbuat demikian, Anda menegaskan perspektif Anda dan secara halus mengingatkan mereka bahwa ada cara lain untuk melihat situasi tersebut.

Pelaku playing victim sering kali ingin mendominasi narasi agar Anda merasa bersalah dan mereka mendapat simpati. Frasa ini adalah trik psikologi sederhana yang mengembalikan keseimbangan dengan tetap bersikap tenang.

2. "Maaf kamu kesal, tapi aku harus melakukan yang terbaik untukku."

Frasa ini melakukan dua hal: mengakui kekecewaannya sekaligus menegaskan kebutuhan Anda akan batasan pribadi. Penting untuk dicatat bahwa menetapkan batasan tidak membuat Anda egois atau tidak peduli. Itu berarti Anda menjaga kesehatan mental dan emosional Anda.

Orang yang membuatmu merasa bersalah sering kali tidak peduli dengan bagaimana perasaanmu. Mereka hanya ingin agar kamu mengikuti kehendaknya.

Dengan menggunakan frasa ini, kamu secara tegas menunjukkan bahwa keputusanmu bukan tentang menyakiti mereka, tetapi tentang menjaga kesejahteraanmu sendiri.

3. “Aku mengerti mengapa kamu mungkin berpikir seperti itu, tapi inilah pendapatku."

Frasa ini tidak mengabaikan sudut pandangnya tetapi dengan jelas mengomunikasikan sudut pandangmu. Itu adalah pengingat halus bahwa kita semua memiliki cara berbeda dalam menangani tanggung jawab kita.

Jangan pernah biarkan siapa pun membuat Anda merasa bersalah karena memiliki pendekatan atau perspektif yang berbeda. Orang yang sering berperan sebagai korban cenderung melihat dunia dalam perspektif hitam-putih: mereka benar, Anda salah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore