Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 20.03 WIB

Mau Hidup Lebih Lama dari Rata-rata Orang Amerika? Psikolog Bilang: Kuasai 4 Keterampilan Ini!

Ilustrasi hidup lebih lama dari rata-rata orang Amerika dengan menerapkan 4 keterampilan (freepik) - Image

Ilustrasi hidup lebih lama dari rata-rata orang Amerika dengan menerapkan 4 keterampilan (freepik)

JawaPos.com - Memiliki keinginan untuk hidup lama tentu dirasakan banyak orang. Bahkan, sejak dulu keinginan ini telah tertanam dari generasi ke generasi yang tanpa disadari keinginan ini menjadikan tekanan bagi tubuh.

Dalam dunia psikologi, tekanan ini disebut dengan "stresor tubuh" yang dapat memicu berbagai reaksi dalam sistem metabolisme, pencernaan, dan kekebalan tubuh. Dilansir dari laman YourTango, Jumat, (14/2), stresor tubuh ini akan membuat tubuh mengalami keadaan tertekan yang memicu regenerasi sel serta meningkatkan fungsi organ dan sistem tubuh. 

Namun, kabar baiknya, kita bisa mengatasi stresor tubuh ini dengan menguasai beberapa keterampilan bio-hack yang terbukti mampu membantu kita hidup lebih lama dari rata-rata orang Amerika. Berikut adalah 4 keterampilan yang bisa kamu coba menurut artikel YourTango:

1. Paparan Suhu Dingin

Dalam artikel YourTango dijelaskan, jika beberapa tahun terakhir, paparan suhu dingin menjadi tren dan banyak dibahas di berbagai platform. Salah satu tokoh yang mempopulerkan metode ini adalah Wim Hof, pria asal Belanda yang dikenal sebagai "The Ice Man" karena kemampuannya bertahan di suhu ekstrem.

Ternyata, suhu dingin memaksa tubuh untuk beradaptasi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jika dilakukan dengan benar, paparan dingin dapat membakar lemak, mempercepat regenerasi sel, serta menstimulasi sistem saraf. Beberapa cara yang bisa dicoba antara lain: berendam dalam air es, mandi air dingin, dan membasuh wajah dengan air es.

Para ahli merekomendasikan paparan dingin minimal 7 menit per minggu, dibagi dalam beberapa sesi agar tubuh bisa beradaptasi. Namun, perlu diingat, terlalu lama terpapar suhu dingin juga bisa berbahaya dan menyebabkan hipotermia, jadi secukupnya saja untuk dilakukan sesuai anjuran. 

2. Intermittent Fasting

Metode ini lebih dikenal dengan istilah puasa berkala, yang berarti kamu hanya makan dalam jangka waktu tertentu setiap hari. Pola paling umum adalah 16:8, yaitu berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam waktu 8 jam.

Masih mengutip artikel yang sama, saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan, sistem metabolisme akan bekerja lebih efisien, membakar lemak, dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Beberapa orang juga merasakan manfaat lain seperti peningkatan fokus, energi, dan motivasi. 

Jika ingin mencoba, kamu bisa memilih metode lain seperti 5:2 (makan normal selama 5 hari, lalu puasa 2 hari) atau OMAD (One Meal A Day) yang berarti hanya makan satu kali sehari.

Selain memperbaiki sel dan meningkatkan daya tahan tubuh, puasa berselang juga berpotensi memperpanjang usia dengan mengurangi risiko penyakit kronis. Namun, efeknya bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing.

3. Paparan Suhu Panas

Lebih lanjut YourTango menjelaskan jika paparan suhu dingin bisa membantu tubuh beradaptasi, maka paparan suhu panas juga memiliki manfaat serupa. Salah satu cara paling efektif adalah dengan rutin menggunakan sauna.

Sebuah studi di Finlandia menemukan bahwa orang yang rutin menggunakan sauna 4-7 kali seminggu memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah sauna. Manfaatnya termasuk peningkatan fungsi pembuluh darah, penurunan inflamasi, dan pengaturan respons tubuh terhadap stres.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, disarankan berendam di sauna selama 30-45 menit per minggu, baik dalam satu sesi atau dibagi menjadi beberapa sesi pendek.

4. Latihan Intensitas Tinggi, High-Intensity Interval Training (HIIT)

Terakhir, latihan interval intensitas tinggi atau HIIT adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperpanjang usia. Latihan ini meniru respons tubuh saat menghadapi bahaya, seperti berlari dari pemangsa di zaman purba.

HIIT tidak hanya membantu membakar lemak lebih banyak dibandingkan latihan kardio biasa, tetapi juga meningkatkan sistem saraf, daya tahan jantung, dan metabolisme. Beberapa jenis latihan yang bisa dicoba meliputi: latihan HIIT standar, lari sprint, dan bersepeda dengan interval kecepatan yang tinggi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore