
Ilustrasi seseorang yang tidak suka menerima pesan suara dibandingkan teks. (Freepik)
JawaPos.com–Sebagian orang lebih suka berkomunikasi melalui teks daripada menerima pesan suara. Mereka merasa pesan suara kurang efisien dan justru menambah beban dalam komunikasi sehari-hari.
Bagi sebagian orang, mengirim pesan suara terasa lebih praktis dibanding mengetik. Namun, ada juga yang merasa sebaliknya, pesan suara justru merepotkan dan membuat stres. Mengapa demikian?
Ternyata, dilansir dari News Reports pada Rabu (12/2), orang-orang yang tidak menyukai pesan suara memiliki karakter tertentu, dan ini bukan hanya soal ketidaksabaran atau mudah terganggu, melainkan lebih dari itu.
Jika kamu pernah kesal saat mendapat notifikasi Aku kirim pesan suara saja, ya!, mungkin kamu akan merasa relate dengan tujuh sifat berikut ini.
Bagi mereka yang lebih suka teks, komunikasi haruslah cepat dan langsung ke intinya. Pesan teks memungkinkan seseorang untuk membaca sekilas, merespons dengan cepat, dan kembali ke informasi kapan saja. Sebaliknya, pesan suara mengharuskan penerima untuk mendengarkan secara penuh hanya demi menemukan satu informasi penting.
Orang yang tidak suka pesan suara cenderung lebih memilih komunikasi yang jelas dan ringkas. Mereka tidak ingin membuang waktu memutar ulang audio hanya untuk menemukan satu detail penting yang bisa dituliskan dalam satu kalimat.
Pernahkah kamu menerima pesan suara lima menit saat sedang sibuk? Dengan teks, seseorang bisa membaca sekilas dalam hitungan detik dan membalas kapan pun sempat. Namun, dengan pesan suara, mereka harus menghentikan aktivitas, mencari tempat tenang, dan mendengarkan dengan tempo yang ditentukan oleh pengirim.
Orang yang tidak suka pesan suara lebih suka mengatur waktunya sendiri. Mereka ingin kebebasan dalam memproses dan merespons pesan tanpa tekanan harus mendengarkan segera.
Tidak semua orang butuh mendengar cerita panjang lebar sebelum sampai ke inti pembicaraan. Pesan suara sering kali berisi jeda panjang, pengulangan, atau bahkan kesalahan yang harus dikoreksi di tengah rekaman. Hal ini bisa terasa melelahkan bagi mereka yang lebih suka komunikasi langsung.
Bagi mereka yang tidak suka pesan suara, mendengarkan rekaman panjang hanya untuk mendapatkan satu informasi utama terasa melelahkan. Jika sesuatu bisa disampaikan dalam satu kalimat, mengapa harus bertele-tele?
Dengan pesan teks, seseorang bisa membaca ulang, mengutip bagian penting, dan memastikan detailnya dengan akurat. Sebaliknya, pesan suara lebih sulit ditelusuri.
Apakah mereka mengatakan besok pagi atau hanya pagi? Apakah nadanya bercanda atau serius? Jika melewatkan sesuatu, penerima harus memutar ulang dan berharap menemukan bagian yang tepat.
Orang yang tidak menyukai pesan suara biasanya lebih mengutamakan komunikasi yang jelas dan pasti. Mereka tidak ingin menebak-nebak maksud pengirim atau repot-repot memutar ulang audio untuk memeriksa detail.
Beberapa orang lebih cepat memahami sesuatu jika bisa melihatnya secara langsung. Membaca teks memungkinkan otak untuk memindai, mengorganisasi, dan menyerap informasi dengan lebih efisien dibandingkan hanya mendengarkan.
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 65 persen orang adalah pembelajar visual. Itu sebabnya mereka lebih nyaman dengan pesan teks, yang bisa mereka baca ulang kapan saja tanpa perlu mengingat-ingat atau memutar ulang audio.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
