
Perilaku pria berpura-pura baik menurut psikologi
JawaPos.com – Dalam interaksi sehari-hari, tidak semua perilaku yang terlihat baik berasal dari niat yang tulus. Menurut psikologi, ada pria yang berpura-pura menggunakan sikap ramah dan perhatian sebagai kedok untuk motif tersembunyi, yang bisa merugikan orang lain.
Perilaku seperti ini sering kali sulit dikenali karena terselubung dalam tindakan yang tampak positif. Menjadi waspada terhadap tanda-tanda tersebut sangat penting, terutama untuk melindungi diri dari manipulasi emosional.
Dilansir dari geediting.com pada Senin (10/2), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku pria yang berpura-pura baik pada orang lain tapi sebenarnya tidak menurut Psikologi.
1. Kedermawanan palsu
Tindakan kedermawanan sering kali menjadi topeng yang sempurna untuk menutupi niat tersembunyi. Seseorang bisa dengan mudah membeli minuman, memberikan tempat duduk, atau membantu pekerjaan orang lain untuk menciptakan kesan baik hati.
Namun, di balik semua tindakan murah hati tersebut, seringkali tersimpan ekspektasi terselubung atau keinginan untuk mendapatkan sesuatu sebagai balasan. Hal ini biasanya terlihat ketika mereka terus-menerus mengingatkan tentang “kebaikan” yang telah mereka lakukan, seolah-olah menciptakan hutang budi yang harus dibayar.
2. Pujian berbalut kritik
Pria yang berpura-pura baik seringkali memberikan pujian yang terdengar manis di awal namun menyimpan kritik tajam di dalamnya. Misalnya, mereka akan memuji etika kerja seseorang tetapi kemudian menambahkan bahwa orang tersebut bisa lebih sukses jika memiliki semangat seperti dirinya.
Pujian semacam ini sebenarnya adalah bentuk manipulasi halus yang dirancang untuk merendahkan kepercayaan diri orang lain sambil tetap mempertahankan citra “baik hati”. Tujuan sebenarnya adalah untuk membuat orang lain merasa tidak cukup baik atau selalu berada di bawah standar yang mereka tetapkan.
3. Kebaikan yang selektif
Salah satu cara paling efektif untuk mengenali kepribadian asli seseorang adalah dengan mengamati bagaimana mereka memperlakukan orang-orang yang dianggap “tidak penting” dalam hidup mereka. Pria yang berpura-pura baik umumnya akan bersikap sangat ramah dan mempesona kepada orang-orang yang bisa memberi mereka keuntungan atau yang ingin mereka beri kesan baik.
Namun, kepada pelayan restoran, petugas kebersihan, atau orang-orang yang dianggap “di bawah” mereka, sikapnya bisa berubah 180 derajat menjadi dingin dan merendahkan. Perbedaan perlakuan yang mencolok ini menunjukkan bahwa kebaikan mereka hanyalah alat untuk mencapai tujuan tertentu.
4. Perilaku yang tidak konsisten
Kebaikan yang tulus selalu konsisten, tidak peduli situasi atau dengan siapa seseorang berinteraksi. Namun, pria yang berpura-pura baik seringkali menunjukkan perilaku yang berubah-ubah seperti cuaca. Suatu hari mereka bisa menjadi sosok yang sangat perhatian, membukakan pintu, dan menawarkan jaket saat cuaca dingin.
Keesokan harinya, orang yang sama bisa mengabaikan atau bersikap acuh tak acuh seolah tidak mengenal. Inkonsistensi ini adalah pertanda bahwa kebaikan mereka hanyalah sebuah pertunjukan yang bergantung pada keadaan dan apa yang bisa mereka dapatkan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
