Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 20.18 WIB

Jika Anda Pernah Berpura-pura Menerima Panggilan Telepon untuk Menghindari Basa-Basi, Menurut Psikologi Anda Mungkin Memiliki 7 Ciri Ini

seseorang yang berpura-pura menerima panggilan telepon / freepik - Image

seseorang yang berpura-pura menerima panggilan telepon / freepik

JawaPos.com - Pernah berada dalam situasi canggung—bertemu seseorang yang terlalu banyak bicara, atau terjebak dalam percakapan yang terasa melelahkan—lalu tiba-tiba Anda “mendapat telepon penting”? Meski terlihat sepele atau bahkan lucu, kebiasaan ini sebenarnya bisa memberi petunjuk menarik tentang kepribadian Anda dari sudut pandang psikologi.

Berpura-pura menerima panggilan telepon bukan sekadar tindakan spontan, melainkan strategi sosial. Di baliknya, ada mekanisme psikologis yang mencerminkan cara seseorang menghadapi interaksi sosial, tekanan, dan kebutuhan pribadi.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (28/4), terdapat tujuh ciri yang mungkin Anda miliki jika pernah melakukan hal ini.

1. Cenderung Menghindari Konflik

Jika Anda memilih “kabur halus” daripada mengatakan secara langsung bahwa Anda ingin mengakhiri percakapan, ini bisa menunjukkan kecenderungan menghindari konflik. Anda mungkin tidak nyaman menolak atau memotong pembicaraan karena takut dianggap tidak sopan atau menyakiti perasaan orang lain.

Alih-alih jujur, Anda memilih jalan yang terasa lebih aman—meski tidak sepenuhnya autentik.

2. Memiliki Sensitivitas Sosial yang Tinggi

Orang yang melakukan ini sering kali sangat peka terhadap situasi sosial. Anda bisa membaca suasana, memahami ekspektasi, dan tahu kapan percakapan terasa “dipaksakan”. Namun, sensitivitas ini juga membuat Anda berhati-hati berlebihan dalam bertindak.

Anda ingin menjaga harmoni, bahkan jika itu berarti mengorbankan kenyamanan diri sendiri.

3. Introvert atau Cepat Lelah Secara Sosial

Berpura-pura menerima telepon bisa menjadi tanda bahwa Anda mudah kehabisan energi dalam interaksi sosial. Bagi banyak orang introvert, percakapan ringan (small talk) terasa melelahkan, terutama jika berlangsung lama atau tidak bermakna.

Tindakan ini menjadi “jalan keluar cepat” untuk mengisi ulang energi tanpa harus menjelaskan panjang lebar.

4. Memiliki Batasan Pribadi, Tapi Sulit Mengungkapkannya

Menariknya, kebiasaan ini juga bisa menunjukkan bahwa Anda sebenarnya memiliki batasan yang jelas—Anda tahu kapan ingin berhenti berbicara. Namun, tantangannya adalah Anda belum terbiasa mengomunikasikan batasan tersebut secara langsung.

Akibatnya, Anda menggunakan strategi tidak langsung seperti “panggilan palsu”.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore