
seseorang yang berpura-pura menerima panggilan telepon / freepik
JawaPos.com - Pernah berada dalam situasi canggung—bertemu seseorang yang terlalu banyak bicara, atau terjebak dalam percakapan yang terasa melelahkan—lalu tiba-tiba Anda “mendapat telepon penting”? Meski terlihat sepele atau bahkan lucu, kebiasaan ini sebenarnya bisa memberi petunjuk menarik tentang kepribadian Anda dari sudut pandang psikologi.
Berpura-pura menerima panggilan telepon bukan sekadar tindakan spontan, melainkan strategi sosial. Di baliknya, ada mekanisme psikologis yang mencerminkan cara seseorang menghadapi interaksi sosial, tekanan, dan kebutuhan pribadi.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (28/4), terdapat tujuh ciri yang mungkin Anda miliki jika pernah melakukan hal ini.
1. Cenderung Menghindari Konflik
Jika Anda memilih “kabur halus” daripada mengatakan secara langsung bahwa Anda ingin mengakhiri percakapan, ini bisa menunjukkan kecenderungan menghindari konflik. Anda mungkin tidak nyaman menolak atau memotong pembicaraan karena takut dianggap tidak sopan atau menyakiti perasaan orang lain.
Alih-alih jujur, Anda memilih jalan yang terasa lebih aman—meski tidak sepenuhnya autentik.
2. Memiliki Sensitivitas Sosial yang Tinggi
Orang yang melakukan ini sering kali sangat peka terhadap situasi sosial. Anda bisa membaca suasana, memahami ekspektasi, dan tahu kapan percakapan terasa “dipaksakan”. Namun, sensitivitas ini juga membuat Anda berhati-hati berlebihan dalam bertindak.
Anda ingin menjaga harmoni, bahkan jika itu berarti mengorbankan kenyamanan diri sendiri.
3. Introvert atau Cepat Lelah Secara Sosial
Berpura-pura menerima telepon bisa menjadi tanda bahwa Anda mudah kehabisan energi dalam interaksi sosial. Bagi banyak orang introvert, percakapan ringan (small talk) terasa melelahkan, terutama jika berlangsung lama atau tidak bermakna.
Tindakan ini menjadi “jalan keluar cepat” untuk mengisi ulang energi tanpa harus menjelaskan panjang lebar.
4. Memiliki Batasan Pribadi, Tapi Sulit Mengungkapkannya
Menariknya, kebiasaan ini juga bisa menunjukkan bahwa Anda sebenarnya memiliki batasan yang jelas—Anda tahu kapan ingin berhenti berbicara. Namun, tantangannya adalah Anda belum terbiasa mengomunikasikan batasan tersebut secara langsung.
Akibatnya, Anda menggunakan strategi tidak langsung seperti “panggilan palsu”.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
