Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Februari 2025 | 03.35 WIB

7 Tips Menjaga Otak Tetap Tajam dan Sehat dengan Semakin Bertambahnya Usia, Salah Satunya Olahraga secara Teratur

Ilustrasi tips menjaga otak tetap tajam dan sehat (Life stylememory/freepik.com) - Image

Ilustrasi tips menjaga otak tetap tajam dan sehat (Life stylememory/freepik.com)

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, kamu mungkin mulai menyadari perubahan terhadap cara berpikir, seperti sering salah menaruh kunci atau kesusahan menemukan kata.

Sayangnya, perubahan ini adalah hal yang normal akibat otak memang berubah seiring waktu, baik dalam ukuran maupun struktur.

Keadaan ini memang dapat memengaruhi fungsi otak, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan demi mempertahankan memori dan fungsi kognitif, walau otakmu akan makin menyusut dengan pertambahan usia.

Dikutip dari Everyday Health, berikut beberapa tips menjaga otak tetap tajam dan sehat meski semakin bertambahnya Usia, salah satunya olahraga secara teratur.

1. Kontrol kadar kolesterol dan tekanan darah

Kolesterol tinggi dan tekanan darah yang tidak terkontrol mampu meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, stroke, serta beberapa jenis demensia. Kondisi-kondisi ini dapat berdampak langsung pada fungsi otak, seperti mempengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir, sehingga bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Menjaga kesehatan jantung dengan pola makan sehat, berolahraga, mengontrol gula darah, kolesterol, dan tekanan darah, serta menjaga berat badan sehat, dapat mendukung fungsi kognitif yang lebih baik, terutama pada orang dewasa usia 60-78 tahun. Konsultasikan dengan dokter guna mengetahui status kesehatan kardiovaskularmu dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga kesehatan.

2. Berolahraga secara teratur

Aktivitas fisik yang rutin bisa meningkatkan aliran darah ke otak dan mengurangi risiko kondisi seperti tekanan darah tinggi yang berhubungan dengan demensia. Penelitian juga menyatakan bahwa olahraga mampu memperbesar ukuran otak dan membantu menunda sepertiga kasus demensia di seluruh dunia. Pada usia berapa pun, pilihlah aktivitas yang nyaman bagimu dan tingkatkan intensitas serta durasinya secara bertahap. Konsultasikan dengan dokter demi memastikan jenis latihan yang aman bagi kesehatanmu.

3. Jaga pola makan sehat

Apa yang kamu makan sangat memengaruhi kemampuan berpikir dan mengingat. Makanan yang kaya vitamin E, vitamin B, dan omega-3 dapat meningkatkan fungsi otak, sementara lemak jenuh bisa merusaknya. Pola makan yang baik bagi otak meliputi sayuran hijau, buah beri, dan makanan laut, serta pola makan Mediterania dan DASH yang mendukung kesehatan otak.

Diet MIND yang menggabungkan keduanya, menekankan konsumsi makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, beri, ikan, dan minyak zaitun, sambil menghindari makanan tidak sehat seperti daging merah dan makanan cepat saji.

4. Merangsang otakmu

Menjalin pertemanan baru atau menghabiskan waktu bersama orang-orang yang sudah dikenal bisa memberikan manfaat positif bagi otakmu. Sebuah penelitian menerangkan bahwa isolasi sosial dapat mengurangi volume materi abu-abu di otak dan meningkatkan risiko demensia hingga 26 persen selama periode tindak lanjut rata-rata 11,7 tahun.

Studi lainnya juga mengungkapkan bahwa di antara penerima Medicare di Amerika Serikat yang tidak tinggal di fasilitas perawatan, isolasi sosial mampu meningkatkan risiko demensia hingga 28 persen pada kurun waktu 9 tahun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore