Ilustrasi orang kuat mental. (wayhomestudio/freepik)
JawaPos.com – Menjadikan anak sebagai individu yang tangguh dan kuat secara mental adalah impian setiap orang tua. Dalam psikologi, ketangguhan bukan hanya soal keberanian menghadapi tantangan, tetapi juga kemampuan buah hati dalam mengelola emosi, bangkit dari kegagalan, serta berpikir mandiri.
Anak yang memiliki mental kuat cenderung lebih percaya diri, tidak mudah menyerah, dan mampu menghadapi tekanan hidup dengan sikap positif.
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (7/2), diterangkan bahwa terdapat delapan tanda anak menjadi individu yang tangguh dan kuat secara mental menurut Psikologi.
Anak-anak yang tangguh memiliki ciri khas berani menghadapi tantangan alih-alih menghindarinya. Saat mereka dihadapkan dengan tugas yang sulit, mereka justru melihatnya sebagai kesempatan untuk berkembang dan belajar hal baru.
Hal ini sejalan dengan konsep pola pikir berkembang (growth mindset) yang dikemukakan oleh Carol Dweck, di mana anak percaya bahwa kemampuan mereka bisa ditingkatkan melalui usaha yang gigih. Sikap berani menghadapi tantangan ini menjadi fondasi penting bagi anak dalam membangun ketangguhan mental mereka.
Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya bagi anak-anak yang tangguh, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang berharga. Mereka mampu menerima kegagalan tanpa membiarkan kepercayaan diri mereka hancur, dan justru menjadikannya sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik.
Para psikolog menekankan bahwa anak-anak yang bisa memproses kegagalan dengan cara yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk sukses dalam jangka panjang. Ketika mengalami kegagalan, mereka lebih fokus pada pembelajaran yang bisa diambil dan bagaimana cara memperbaiki diri di kesempatan berikutnya.
Kemampuan mengendalikan emosi menjadi tanda penting dari anak yang tangguh dan kuat secara mental. Bukan berarti mereka tidak pernah merasa kesal atau frustrasi, tetapi mereka mampu menenangkan diri dan merespons tantangan dengan cara yang sehat.
Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan regulasi emosi pada masa kanak-kanak menjadi prediktor kuat kesuksesan dan kesejahteraan di masa dewasa.
Anak-anak yang pandai mengelola perasaan mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain, prestasi akademik yang lebih baik, dan kemampuan menangani stres yang lebih efektif seiring bertambahnya usia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
