
Ilustrasi seseorang menerima pesan masuk. (Freepik)
JawaPos.com – Sebagian orang jika mendapatkan pesan masuk dari teman, rekan kerja hingga keluarga kerap kali enggan atau menunda untuk membalas pesan tersebut. Mereka merasa bahwa hal tersebut merupakan sebuah beban yang sulit untuk dilakukan.
Disisi lain bagi pengirim pesan yang pertama akan sangat sulit untuk menebak mengapa pesan tersebut hanya dibaca saja dan tidak dibalas. Hal tersebut seakan membuat frustasi bagi pengirim pesan dan bertanya-tanya faktor psikologis apa yang mempengaruhinya.
Melansir dari laman Wiki How, berikut 7 hal yang membuat seseorang sering menunda dalam membalas pesan, mulai dari membutuhkan waktu lama hingga mengalami kejenuhan digital.
1. Membutuhkan proses untuk membalas pesan
Pesan teks tidak menyertakan isyarat seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, atau nada suara untuk membantu menyampaikan makna. Karena itu, orang mungkin butuh waktu lebih lama untuk mencerna pesan tersebut secara emosional dan menulis balasan.
Jika seseorang butuh waktu lama untuk membalas pesan maka cobalah untuk tidak berasumsi yang terburuk.
Banyak hal yang dapat disalahartikan lewat teks, yang berujung pada kesalahpahaman. Dengan mengingat hal ini, keterlambatan mereka dalam merespons sebenarnya bisa menjadi hal yang baik.
Alih-alih membalas secara impulsif, mereka meluangkan waktu untuk benar-benar memahami teks Anda dan memberikan respons yang tepat.
2. Mengalami kecemasan saat membalas pesan
Tidak adanya petunjuk konteks dan bahasa tubuh yang dapat membuat orang merasa panik atau tidak yakin tentang makna dari pesan teks.
Ketika seseorang mengalami kecemasan membalas pesan, mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons atau mereka lebih memilih untuk sama sekali tidak membalas karena mereka merasa sangat cemas dan kewalahan.
Orang-orang yang memiliki kecemasan sosial cenderung lebih rentan terhadap kecemasan teks dibandingkan orang lain. Jika Anda menduga orang yang Anda sayangi mengalami kecemasan saat membalas pesan cobalah bersabar terhadap mereka.
3. Mengalami kejenuhan digital
Bagi sebagian orang, penggunaan perangkat digital secara terus-menerus menimbulkan perasaan lelah dan apatis. Ketika hal ini terjadi, mereka mungkin merasa kurang termotivasi untuk membalas pesan, dan malah membiarkan pesan yang belum terbaca menumpuk.
Jika Anda yakin seorang teman mengalami kelelahan digital, ingatlah bahwa keterlambatannya dalam merespons tidak ada hubungannya dengan Anda. Cobalah untuk menunggu respons dengan sabar. Setelah mereka mengatasi perasaan tertekan mereka, mereka kemungkinan akan menghubungi Anda kembali.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
