Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 21.30 WIB

7 Kebiasaan Sepele yang Membuat Anak Meremehkan Orang Tua Mereka, Bahkan Menganggapnya Tidak Cocok Jadi Panutan

Orang tua dan anak. (pexels.com) - Image

Orang tua dan anak. (pexels.com)

JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat anakmu memberi tatapan seolah berkata, "Serius?" tanpa mereka perlu mengucapkan sepatah kata pun? Itu bukan sekadar ekspresi wajah, tapi mungkin tanda bahwa mereka diam-diam mulai meremehkanmu sebagai orang tua.

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan sepele yang bisa membuat anak melihatmu sebagai sosok yang tidak konsisten, bahkan jauh dari kata panutan. Mereka memperhatikan lebih dari yang kamu kira, dan ketika perilakumu tidak sejalan dengan perkataanmu, mereka mulai kehilangan respek.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Selasa (4/2) apa saja kebiasaan yang bisa membuat anak meremehkan orang tua? Yuk, cek satu per satu!

1. Mengatakan Satu Hal, Tapi Melakukan Hal Lain

Kalau kamu terus menerus berkhotbah soal makan sehat tapi diam-diam ngemil kue di malam hari, jangan kaget kalau anakmu mempertanyakan otoritasmu. Hal ini tidak hanya berlaku untuk makanan.

Kamu mungkin meminta mereka membatasi waktu di depan layar, tapi malah asyik sendiri menggulir ponsel selama berjam-jam. Atau meminta mereka menjaga kebersihan kamar, sedangkan kamarmu sendiri seperti kapal pecah.

Anak-anak mungkin tidak langsung protes, tapi mereka mencatat semua itu dalam ingatan mereka. Ketika mereka melihat perbedaan antara perkataan dan tindakanmu, mereka mulai mempertanyakan apakah aturan itu memang penting atau hanya sekadar omong kosong. Dan ketika itu terjadi, jangan heran kalau mereka mulai meremehkan orang tua mereka sendiri.

2. Bereaksi Berlebihan terhadap Kesalahan Kecil

Anak-anak belajar melalui kesalahan. Tapi kalau setiap kesalahan kecil selalu direspons dengan marah, kesal, atau bahkan hukuman yang tidak proporsional, mereka bisa merasa bahwa menjadi tidak sempurna itu adalah kesalahan besar.

Bayangkan anakmu menumpahkan segelas susu tanpa sengaja, lalu kamu langsung mengomel seakan itu adalah bencana besar. Dari situ, mereka bisa mulai berpikir bahwa orang tuanya tidak bisa diajak bicara saat mereka berbuat salah, atau bahkan mereka merasa takut untuk jujur. Lama-lama, mereka akan memilih diam dan mencari sosok lain yang lebih bisa mereka andalkan.

3. Terpaku pada Ponsel

Pernahkah anakmu mencoba berbicara, tapi kamu malah sibuk membaca chat atau melihat media sosial? Mungkin kamu berpikir, "Cuma sebentar, kok," tapi bagi mereka, itu sudah cukup untuk merasa diabaikan.

Setiap kali kamu lebih fokus pada ponsel daripada mendengarkan mereka, mereka mulai berpikir, "Sepertinya aku tidak sepenting itu." Dan lebih buruknya lagi, mereka mungkin akan meniru kebiasaan ini.

Jadi, kalau suatu hari mereka lebih sibuk dengan gadget mereka daripada berbicara denganmu, jangan heran. Kamu sudah lebih dulu memberi contoh.

4. Meminta Maaf, Tapi Tidak Tulus

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore