Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 04.35 WIB

8 Hal yang Anak-Anak Dewasa Harapkan agar Orang Tua Mereka Pahami tentang Kehidupan Mereka saat Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang mengharapkan orang tuanya memahami (Magnific/Sodawhiskey) - Image

Ilustrasi seseorang yang mengharapkan orang tuanya memahami (Magnific/Sodawhiskey)

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika seorang anak tumbuh menjadi dewasa. Justru, fase dewasa menghadirkan tantangan baru yang sering kali tidak dipahami sepenuhnya oleh kedua belah pihak. Banyak orang tua masih melihat anak mereka sebagai sosok yang perlu diarahkan seperti dulu, sementara anak yang sudah dewasa berharap diperlakukan sebagai individu mandiri dengan cara pandang dan tanggung jawab yang berbeda.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (17/6), menurut berbagai penelitian psikologi perkembangan dan hubungan keluarga, terdapat sejumlah hal yang paling sering diharapkan oleh anak-anak yang telah dewasa agar dapat dipahami oleh orang tua mereka. Berikut delapan di antaranya.

1. Mereka Masih Membutuhkan Orang Tua, Tetapi dengan Cara yang Berbeda

Ketika masih kecil, kebutuhan utama anak adalah perlindungan dan arahan. Namun saat dewasa, kebutuhan itu berubah menjadi dukungan emosional dan kepercayaan.

Banyak orang tua menganggap bahwa karena anak sudah mandiri, mereka tidak lagi membutuhkan kehadiran keluarga. Padahal, penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan orang tua tetap memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang sepanjang hidup.

Anak yang sudah dewasa mungkin tidak lagi meminta bantuan dalam hal-hal sederhana, tetapi mereka tetap menginginkan tempat yang aman untuk berbagi cerita, meminta nasihat, atau sekadar merasa diterima tanpa dihakimi.

2. Kehidupan saat Ini Jauh Berbeda Dibandingkan Generasi Orang Tua

Banyak anak dewasa berharap orang tua memahami bahwa kondisi ekonomi, sosial, dan dunia kerja sekarang tidak sama seperti puluhan tahun lalu.

Harga rumah yang semakin mahal, persaingan kerja yang ketat, perkembangan teknologi yang cepat, serta tekanan sosial dari media digital menciptakan tantangan yang berbeda dari yang pernah dihadapi generasi sebelumnya.

Menurut psikologi sosial, konflik antargenerasi sering muncul ketika pengalaman masa lalu dijadikan satu-satunya standar untuk menilai kehidupan masa kini. Padahal, setiap generasi memiliki tantangan yang unik.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore