
Ilustrasi mitos dan fakta pola asuh anak, termasuk vaksin diklaim sebabkan autisme (freepik)
JawaPos.com - Dalam dunia parenting, banyak mitos pola asuh anak yang beredar luas dan sering dipercaya tanpa dasar ilmiah. Salah satunya adalah klaim bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami fakta yang sebenarnya agar dapat menerapkan pola asuh yang lebih tepat dan berdasarkan ilmu pengetahuan.
Mengutip penuturan Dr. Pilar Rioseco, peneliti di Australian Institute of Family Studies (AIFS), dalam artikel First Five Years, Sabtu (1/2), menjelaskan bahwa setiap orang tua memiliki pola asuh yang dipercayainya masing-masing.
Namun, yang harus dipahami bahwa dalam tumbuh kembang anak, orang tua menjadi contoh utama dan gambaran bagi anak tentang bagaimana mereka akan berkembang.
"Orang tua tidak hanya mengajarkan anak-anak perilaku apa yang diharapkan dan kapan mereka harus berhenti, tetapi anak-anak juga belajar dari cara orang tua berperilaku dalam situasi tertentu," jelas Dr. Rioseco.
Meski setiap orang tua memiliki pola asuhnya masing-masing, baik itu berdasarkan mitos atau fakta, sayangnya, orang tua sering kali terjebak dalam berbagai pendapat dan pola asuh yang berbeda, yang akhirnya memengaruhi cara mereka membesarkan anak-anak. Namun, banyak dari mitos tersebut tidak didukung oleh para ahli di bidang pengasuhan anak.
Berikut adalah 10 mitos yang perlu diketahui kebenarannya oleh orang tua agar tidak salah menerapkan pola asuh anak, dilansir dari laman Children's Medical Centers.
Mitos 1: Orang Tua Harus Tegas dan Otoriter Agar Anak Tumbuh Jadi Anak Baik
Fakta: Banyak orang tua yang percaya bahwa mendidik anak harus dilakukan dengan pendekatan yang keras dan penuh disiplin. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang hangat, penuh kasih sayang, namun tetap tegas dan konsisten, justru lebih efektif. Anak-anak yang tumbuh dengan rasa cinta dan perhatian cenderung lebih kooperatif dan memiliki perilaku yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang seringkali mendapat perlakuan keras dan mengabaikan perasaan mereka.
Mitos 2: Vaksin Menyebabkan Autisme
Fakta: Salah satu mitos terbesar yang masih banyak beredar di kalangan orang tua adalah bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme. Namun, klaim ini sudah dibantah oleh berbagai penelitian ilmiah dan organisasi medis terkemuka seperti American Academy of Pediatrics dan Centers for Disease Control and Prevention. Vaksin justru sangat penting untuk menjaga kesehatan anak, mencegah penyakit, dan melindungi mereka serta orang di sekitar dari infeksi yang berbahaya.
Mitos 3: Memberi Cinta dan Perhatian Berlebihan Dapat Membuat Anak Menjadi Manja
Fakta: Cinta dan perhatian yang diberikan orang tua sebenarnya sangat penting untuk perkembangan anak. Justru, anak-anak yang mendapatkan kasih sayang lebih cenderung memiliki harga diri yang lebih baik dan lebih sedikit mengalami masalah perilaku. Dengan pendekatan yang penuh kasih, anak akan merasa dihargai, yang membangun rasa percaya diri mereka untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Mitos 4: Anak Bisa Bertahan dari Segala Hal (Resilience)
Fakta: Memang benar bahwa anak-anak memiliki kemampuan untuk bangkit dari kesulitan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami stres berlebihan atau pengalaman buruk di masa kecil dapat mengembangkan gejala PTSD yang memengaruhi perkembangan mereka. Anak yang terpapar trauma cenderung lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental di kemudian hari. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan dukungan emosional yang kuat agar anak dapat berkembang dengan lebih sehat dan stabil.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
