Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 00.45 WIB

Benarkah Menangis Bisa Membakar Kalori dan Mempengaruhi Berat Badan? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Ilustrasi orang menangis (cottonbro studio/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang menangis (cottonbro studio/pexels.com)

JawaPos.com- Di tengah maraknya tren diet dan metode penurunan berat badan, muncul klaim yang mengejutkan bahwa menangis dapat membantu membakar kalori dan menurunkan berat badan.

Kedengarannya tidak masuk akal, bukan? Bagaimana mungkin air mata yang jatuh karena kesedihan atau emosi dapat memberikan efek pada metabolisme tubuh?

Untuk memahami lebih jauh, kita perlu menelaah bagaimana tubuh merespons tangisan dari sudut pandang ilmiah.

Apakah menangis benar-benar memiliki dampak signifikan, atau hanya sebuah respons emosional yang tidak berhubungan dengan penurunan berat badan? Mari kita kupas lebih dalam.

Berapa Banyak Kalori yang Dibakar Saat Menangis?

Dikutip JawaPos dari www.healthline.com (28/01), Kesedihan akibat kehilangan orang tercinta, putus cinta, atau gejala depresi sering kali menyebabkan seseorang menangis lebih sering dari biasanya.

Beberapa individu yang mengalami tekanan emosional berat juga melaporkan adanya penurunan berat badan yang tampaknya berkaitan dengan seringnya menangis.

Namun, benarkah menangis menjadi faktor utama dalam perubahan berat badan tersebut?

Penurunan berat badan akibat kesedihan lebih mungkin disebabkan oleh hilangnya nafsu makan dibandingkan dengan efek menangis itu sendiri.

Meski menangis dapat membakar kalori, jumlahnya sangat kecil dan tidak signifikan dalam konteks penurunan berat badan.

Menurut sebuah penelitian, menangis membakar sekitar 1,3 kalori per menit, jumlah yang hampir sama dengan tertawa.

Artinya, sesi menangis selama 20 menit hanya membakar sekitar 26 kalori, angka yang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah kalori yang terbakar dalam aktivitas fisik sederhana seperti berjalan cepat.

Menangis dan Dampaknya pada Hormon

Selain membakar kalori dalam jumlah minimal, menangis juga memiliki dampak pada keseimbangan hormon dalam tubuh.

Air mata emosional mengandung hormon stres, seperti kortisol, yang berperan dalam respons tubuh terhadap tekanan psikologis.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore