
Ilustrasi tanda yang menunjukkan persahabatanmu hanya bertepuk sebelah tangan. (Pexels/Andrea Piacquadio)
JawaPos.com - Kita semua mungkin pernah merasakan momen canggung dan menyedihkan ketika tidak ada seorang pun yang benar-benar melihat atau mendengar saat berbicara. Rasanya menyebalkan sekali.
Namun, bagi sebagian orang, ini bukanlah sekedar kejadian sesekali, tetapi ini kenyataan yang sering mereka rasakan. Faktanya, jika seseorang seringkali merasa diabaikan, itu dapat terlihat dengan jelas.
Dalam cara mereka bertindak, bereaksi, atau bahkan dalam cara mereka membawa diri. Ini bukan untuk mencari perhatian, tetapi hal yang manusiawi dan ini bukan untuk menyalahkan atau menghakimi, ini tentang mengenali perilaku-perilaku ini.
Dilansir dari Small Business Bonfire, terdapat sembilan perilaku yang cenderung ditunjukkan orang-orang yang sering merasa diabaikan.
1. Menghindari kontak mata
Kontak mata merupakan bagian penting dari komunikasi manusia. Namun, ketika seseorang sering merasa diabaikan dalam situasi sosial, mereka mungkin secara naluriah menghindari kontak mata.
Ini adalah tindakan perlindungan, cara untuk melindungi diri dari anggapan orang lain yang acuh tak acuh. Perilaku ini cukup umum, namun tanpa sengaja, hal ini melanggengkan ketidaktampakan mereka.
Dengan menghindari kontak mata, mereka mengurangi peluang untuk berinteraksi dengan orang lain dan diperhatikan. Mereka merasa diabaikan, jadi mereka bertindak dengan cara yang membuat mereka lebih mungkin diabaikan.
2. Tetap diam dalam percakapan kelompok
Orang-orang yang sering merasa diabaikan biasanya memiliki kecenderungan untuk tetap diam selama percakapan kelompok. Mereka mendengarkan dengan saksama tetapi jarang ikut bicara. Ini bukan karena mereka pemalu atau tertutup.
Alasannya karena setiap kali mereka mencoba berbicara, mereka merasa masukannya diabaikan atau diabaikan. Jadi, mereka memutuskan lebih mudah untuk tetap diam.
Perasaan diabaikan dapat memaksa orang untuk membungkam diri dalam situasi sosial, yang semakin memperdalam perasaan tidak diperhatikan.
3. Penggunaan ponsel yang berlebihan
Penelitian menunjukkan bahwa orang seringkali menggunakan ponsel sebagai mekanisme penanganan ketika mereka merasa dikucilkan secara sosial. Ini adalah bentuk pelarian, cara untuk mengalihkan perhatian dan menutupi ketidaknyamanan karena diabaikan.
Ponsel mereka menjadi jaring pengaman, perisai terhadap persepsi ketidakpedulian orang di sekitar mereka. Dengan membenamkan diri dalam dunia digital, mereka dapat melupakan sejenak perasaan mereka yang diabaikan di dunia fisik.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
