Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 14.56 WIB

Orang yang Tumbuh dengan Perasaan Bersalah Terus-menerus Sering Kali Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa

Ilustrasi seseorang yang tumbuh dengan perasaan bersalah terus-menerus. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang tumbuh dengan perasaan bersalah terus-menerus. (Freepik)

JawaPos.com - Tumbuh dengan perasaan bersalah yang terus-menerus dapat membentuk perilaku seseorang di masa dewasa. Rasa bersalah ini, baik yang beralasan atau tidak, sering kali menyusup dalam pola pikir mereka dan memengaruhi cara mereka bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Individu yang mengalami hal ini sering menunjukkan perilaku tertentu yang mencerminkan beban emosional yang mereka bawa sejak kecil. Dilansir dari Geediting pada Sabtu (25/1), berikut ini adalah 8 perilaku yang sering kali terlihat pada orang dewasa yang tumbuh dengan rasa bersalah berlebihan. 

1. Sering Meminta Maaf

Orang yang tumbuh dengan rasa bersalah berlebihan cenderung meminta maaf secara berlebihan. Bagi mereka, meminta maaf bukan hanya tanda penyesalan, tetapi sudah menjadi respons otomatis, meskipun mereka tidak merasa bersalah. Ini menjadi mekanisme untuk menghindari konflik dan ketegangan, namun dapat menguras energi emosional mereka.

2. Perfeksionisme Berlebihan

Perfeksionisme sering terlihat pada mereka yang tumbuh dengan perasaan bersalah. Terbiasa dengan ekspektasi tinggi sejak kecil, mereka merasa bersalah jika tidak dapat memenuhi standar tersebut. Akibatnya, mereka terus berusaha mencapai kesempurnaan, meskipun itu membuat mereka stres dan kelelahan.

3. Sering Meragukan Diri Sendiri

Rasa bersalah yang terus-menerus bisa berkembang menjadi keraguan diri. Mereka cenderung mempertanyakan kemampuan dan keputusan mereka, membuat mereka takut gagal atau mengambil risiko. Ironisnya, banyak dari mereka sebenarnya sangat kompeten, namun rasa bersalah membuat mereka sulit melihat potensi diri.

4. Terlalu Bertanggung Jawab

Mereka yang tumbuh dengan rasa bersalah sering kali merasa bertanggung jawab atas segala hal, bahkan yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab mereka. Mereka cenderung mengambil lebih banyak beban, baik dalam pekerjaan atau hubungan, dan merasa harus selalu memperbaiki situasi, meski itu tidak diperlukan.

5. Empati yang Berlebihan

Rasa bersalah yang berlebihan dapat meningkatkan tingkat empati mereka. Mereka mudah merasakan emosi orang lain dan cenderung ikut terbebani. Meskipun empati itu penting, terlalu banyak memikul emosi orang lain bisa sangat melelahkan, sehingga penting bagi mereka untuk menjaga keseimbangan agar tidak mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.

6. Sulit Menerima Pujian

Orang yang tumbuh dengan rasa bersalah sering merasa tidak pantas mendapatkan pujian. Alih-alih merasa bangga, mereka cenderung meremehkan atau menolak pujian yang diberikan. Hal ini sering disebabkan oleh perasaan tidak cukup baik atau tidak layak dihargai.

7. Sering Menunda Pekerjaan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore