
Ilustrasi orang kaya raya. (Freepik)
JawaPos.com – Pola pikir orang kaya dan miskin ternyata memiliki perbedaan. Keberhasilan mereka yang diberkahi harta benda melimpah ini terlahir dari pola pikir luar biasa, bukan sebatas fokus mencari uang.
Sementara orang miskin cenderung punya pola pikir berkebalikan dari si kaya. Oleh karena itu, mulai dari sekarang ubahlah mindset yang berpotensi akan merugikan diri sendiri dan terjebak dalam kesulitan ekonomi.
Setidaknya ada lima perbedaan pola pikir si kaya dan si miskin, seperti yang dilansir dari laman Nova Money berikut ini.
1. Uang Sebagai Peluang
Pola pikir orang kaya bukan lagi semata-mata mengejar uang, melainkan uang adalah peluang. Contoh sederhana, demi menghasilkan uang mereka tidak sekedar bekerja dan mengandalkan pendapatan bulanan, namun berani berinvestasi.
Jika diperhitungkan dengan benar, seseorang bisa lebih santai menikmati uang hasil investasi dan tidak terlalu pusing bekerja. Sementara itu, orang miskin tidak berpikir untuk menabung apalagi investasi.
Uang yang datang dihabiskan begitu saja, bahkan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Lebih parahnya lagi apabila berbelanja melebihi uang mereka alias menggunakan kartu kredit atau berhutang.
2. Pengeluaran
Orang kaya tahu betul prioritas kebutuhan mereka, bukan sekedar menuruti keinginan. Misalnya saja ketika datang ke supermarket, orang kaya akan membeli apa saja yang menjadi kebutuhan pokok dan melupakan sejenak bahan makanan yang tidak diperlukan.
Begitu juga dalam hal ponsel, mereka berpikir akan fungsi dan bukan mengikuti trend saja. Bagaimana dengan pola pikir orang miskin terkait pengeluaran?
Mereka cenderung impulsif serta tak mampu memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Seringkali orang miskin hanya memikirkan citra dan tren terkini, sehingga pengeluaran mereka berakhir pada hal yang tidak begitu penting.
3. Berpikir Jangka Panjang atau Kepuasan Instan?
Orang kaya cenderung akan memikirkan segala sesuatunya untuk jangka panjang. Mereka enggan jika harus sampai menggoyahkan keuangan demi bersenang-senang sementara.
Lain halnya dengan orang miskin, terkadang mereka tidak melihat tujuan jangka panjang dalam kehidupan. Ini lah yang membuat hidup menjadi serba pas-pasan.
4. Mengambil Risiko

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
