JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak anak yang kehilangan penghormatan kepada orang tuanya. Hal ini bukan tanpa sebab.
Semua orang tua tentu ingin memiliki hubungan yang dekat dan saling menghormati dengan anak-anak mereka seiring waktu. Namun, kebiasaan sehari-hari kita bisa menjadi penghalang terbesar dalam mewujudkan hubungan tersebut.
Beberapa kebiasaan, meskipun awalnya dimaksudkan untuk kebaikan, dapat merusak hubungan atau mengurangi rasa hormat anak kepada kita.
Dikutip dari Blog Herald, Kamis (23/1), berikut ini tujuh kebiasaan yang perlu Anda tinggalkan agar hubungan dengan anak Anda tetap harmonis dan penuh rasa hormat hingga mereka dewasa.
1. Tidak Konsisten
Anak-anak belajar dengan mengamati. Jika Anda mengatakan satu hal tetapi melakukan hal lain, mereka akan bingung.
Misalnya, Anda melarang mereka berbohong, tetapi kemudian mereka melihat Anda berbohong untuk menghindari sebuah acara. Pesan yang tersampaikan justru sebaliknya.
Untuk mendapatkan rasa hormat mereka, pastikan tindakan Anda sesuai dengan nilai-nilai yang Anda ajarkan.
2. Mudah Kehilangan Kesabaran
Semua orang tua pernah merasa frustrasi, tetapi meluapkan emosi dengan amarah hanya akan membuat anak merasa takut dan kehilangan rasa hormat.
Jika anak Anda melakukan kesalahan, seperti menumpahkan makanan, ambil napas dalam-dalam dan tangani situasi dengan tenang.
Cara Anda bereaksi terhadap kesalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka.
3. Terlalu Sering Menggunakan Gadget
Ketika Anda sibuk dengan ponsel atau tablet, anak-anak merasa diabaikan. Mereka kemudian belajar dari contoh Anda dan mungkin mulai memprioritaskan layar daripada hubungan nyata.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa interaksi tatap muka yang terganggu oleh teknologi dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, hubungan keluarga, dan perkembangan kognitif anak.
Akibatnya, anak mungkin akan mulai tak menghormati Anda sebagai orang tua saat sudah dewasa.
4. Mengabaikan Batasan Anak
Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga memiliki privasi dan batasan yang perlu dihormati.
Jadi, jangan terlalu sering mengintip barang pribadi mereka atau meremehkan perasaan mereka.
Ketika Anda menghormati batasan mereka, mereka juga akan belajar untuk menghormati Anda dan orang lain.
5. Tidak Mau Mengakui Kesalahan
Sebagai orang tua, mengakui kesalahan Anda adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan. Ketika Anda salah, minta maaf dan tunjukkan bahwa setiap orang bisa belajar dari kesalahannya.
Dengan begitu, Anda mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kerendahan hati kepada anak Anda.
6. Mengabaikan Perawatan Diri
Merawat diri sendiri bukanlah tindakan egois. Ketika Anda mengabaikan kesehatan, tidur, atau kebutuhan pribadi, hal ini bisa memengaruhi suasana hati dan kesabaran Anda.
Anak-anak lebih menghargai orang tua yang sehat dan bahagia dibandingkan orang tua yang selalu lelah atau mudah marah.
7. Menghindari Percakapan Sulit
Pembicaraan tentang hal-hal seperti pubertas, kegagalan, atau kehilangan adalah bagian penting dari pengasuhan.
Menghindari topik ini hanya akan membuat anak merasa bingung dan kurang siap menghadapi kehidupan.
Jadilah tempat yang aman bagi anak untuk bertanya dan berdiskusi, bahkan tentang hal-hal yang sulit. Dengan begitu, anak akan terus menghormati Anda meski sudah dewasa.