Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 19.51 WIB

Nyesel Baru Tahu, Tidur Siang Waktu Kecil Ternyata Bisa Tentukan Kesehatan Mental di Masa Dewasa!

Ilustrasi anak-anak tidur siang (freepik) - Image

Ilustrasi anak-anak tidur siang (freepik)

JawaPos.com – Nyesel baru tahu, tidur siang yang sering dianggap sepele waktu kecil ternyata berpengaruh besar pada kesehatan mental di masa dewasa. Pola tidur yang cukup saat anak-anak membantu perkembangan otak dan keseimbangan emosi, yang mempengaruhi cara kita mengelola stres dan kecemasan.

Mengutip penjelasan Joseph A. Buckhalt, Ph.D., Profesor Emeritus di Auburn University, dalam artikel Psychology Today pada Kamis, (23/1), pola tidur yang buruk di masa kecil dapat meningkatkan risiko gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi, di kemudian hari.

Buckhalt menekankan bahwa kualitas tidur di masa kecil sangat menentukan kesehatan mental kita di masa depan.

Menurutnya, tidur yang berkualitas selama masa kanak-kanak dapat mendukung perkembangan otak dan kestabilan emosional. Hal ini berhubungan erat dengan kemampuan seseorang untuk menghadapi stres dan kecemasan saat dewasa.

Lebih lanjut hasil penelitian Prof. Joseph A. Buckhalt dan rekannya, Mona El-Seikh, Ph.D., tentang hubungan antara tidur, kesehatan, dan perkembangan anak-anak serta remaja yang dijelaskan dalam artikel Psychology Today, juga menekankan pentingnya memahami perubahan yang terjadi pada masa kanak-kanak dan remaja.

Hal ini tidak hanya menjadi fokus dalam psikologi perkembangan, tetapi juga menarik bagi orang tua, penyedia layanan kesehatan, pendidik, dan peneliti. Menurut mereka, memahami pengalaman dan perilaku di masa kecil yang berhubungan dengan hasil yang lebih baik atau lebih buruk di masa depan sangat penting.

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hubungan antara perubahan waktu dan hasil jangka panjang, Prof. Buckhalt dan tim melakukan penelitian longitudinal.

Penelitian ini melibatkan pengamatan terhadap perilaku individu pada berbagai titik waktu, yang memberikan informasi berharga mengenai bagaimana hasil positif seperti, kesehatan fisik dan mental yang baik, pencapaian akademik, dan penyesuaian sosial yang terhubung dengan pengalaman sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tidur memengaruhi perkembangan dan kesehatan mental seseorang dalam jangka panjang.

Dalam penelitian ini, sekitar 200 keluarga mengikuti tes selama lebih dari 10 tahun. Anak-anak mereka, yang berusia 9 tahun pada awal penelitian, datang ke laboratorium sebanyak lima kali hingga usia 18 tahun. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana tidur mereka berubah seiring waktu dan bagaimana perubahan tersebut terkait dengan kesehatan mental mereka.

Anak-anak yang diteliti mengenakan alat pelacak tidur untuk mendapatkan data objektif tentang tidur mereka selama tujuh malam berturut-turut, serta mengisi catatan tidur setiap hari. Data ini memberi gambaran akurat tentang durasi tidur, kualitas tidur, dan fluktuasi tidur anak-anak selama periode penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidur yang baik di masa kecil berhubungan dengan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah pada usia remaja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi tidur anak-anak berkurang seiring bertambahnya usia, dengan penurunan sekitar enam menit per tahun, yang berarti hampir satu jam berkurang antara usia 9 dan 18 tahun. Di usia 18 tahun, mereka hanya tidur sekitar 6,5 jam per malam, jauh lebih sedikit daripada jumlah tidur yang disarankan untuk kesehatan fisik dan mental yang optimal. Meskipun kualitas tidur meningkat seiring waktu, variabilitas tidur (fluktuasi waktu tidur malam ke malam) meningkat.

Penelitian ini juga menemukan bahwa tidur yang lebih baik pada usia 9 tahun termasuk durasi yang lebih lama, kualitas tidur yang lebih baik, dan kurangnya fluktuasi terkait dengan lebih sedikit perilaku kesehatan mental yang bermasalah pada usia 18 tahun. Anak-anak yang tidur lebih nyenyak pada usia dini cenderung lebih mampu mengelola stres dan masalah emosional ketika mereka beranjak dewasa. Hal ini menegaskan pentingnya tidur yang berkualitas pada masa kecil sebagai dasar kesehatan mental yang stabil di masa depan.

Manfaat kesehatan tidur siang juga dijelaskan oleh Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Dikatakan, kurang tidur dapat mempengaruhi bukan hanya kesehatan mental, tetapi juga menghambat perkembangan anak secara keseluruhan. Tidur yang cukup, terutama tidur siang, berperan penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.

Laju pertumbuhan tubuh anak yang terbiasa tidur siang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini karena, tidur siang yang cukup mendorong produksi hormon pertumbuhan, Human Growth Hormone (h-GH), yang berperan dalam stimulasi pertumbuhan tubuh. Dengan tubuh yang sehat, keseimbangan mental dan emosional anak juga dapat terjaga dengan lebih baik.

Ketika pertumbuhan anak berkembang baik, maka keseimbangan mental dan emosionalnya juga terjamin. Tidur yang cukup membantu tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan meningkatkan energi tubuh. Selain itu, tidur juga memberikan waktu bagi otak untuk menyusun informasi dan mereset sistem saraf.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore