Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 04.41 WIB

8 Tanda Brutal Anggota Keluarga yang Bersikap Baik Hanya demi Mengamankan Warisan Mereka

Ilustrasi anggota keluarga yang bersikap baik hanya demi mengamankan warisan. (Freepik) - Image

Ilustrasi anggota keluarga yang bersikap baik hanya demi mengamankan warisan. (Freepik)

JawaPos.com - Ketika uang terlibat, hubungan keluarga sering kali menjadi rumit. Bayangkan seorang kerabat yang tiba-tiba memberikan banyak pujian dan hadiah, tetapi semua itu terasa seperti ada maksud tersembunyi. Apakah kebaikan mereka murni, atau justru diselimuti niat tertentu?

Dilansir dari Geediting pada Rabu (22/1), perebutan warisan sering kali memunculkan perilaku yang terlihat biasa saja di awal, tetapi kemudian mengungkap realitas yang mencengangkan, manipulasi demi keuntungan finansial.

Dari perhatian mendadak terhadap kesehatan kerabat yang kaya hingga sanjungan berlebihan, tanda-tanda ini lebih umum dari yang kamu kira.

1. Perhatian Mendadak pada Hidup Kamu

Hubungan keluarga memang indah, tetapi ketika seorang kerabat yang sebelumnya jarang terlihat tiba-tiba menunjukkan minat besar pada kehidupanmu, ini bisa menjadi tanda bahaya. Mereka mungkin mulai sering menelepon, berkunjung tanpa pemberitahuan, atau mengirim pesan yang bertubi-tubi.

Meskipun ada kemungkinan mereka sungguh-sungguh ingin menjalin hubungan, kamu juga perlu mempertimbangkan kemungkinan bahwa mereka sedang mencoba mendekatimu untuk kepentingan pribadi. Jika perhatian ini disertai pertanyaan tentang kondisi keuangan atau rencana warisan, kamu perlu lebih waspada.

2. Sering Mengingatkan tentang Pengabdian Mereka

Perubahan perilaku ini sering kali terlihat mencolok, seperti pengalaman seseorang dengan sepupunya, John. Ketika kakek-nenek mereka mulai menua, John tiba-tiba sering mengunjungi mereka dan selalu mengingatkan bahwa dialah satu-satunya cucu yang peduli.

Ucapan seperti “Tidak ada yang peduli pada kalian seperti aku” menjadi mantra sehari-hari. Sikap ini, meskipun tampak penuh perhatian, sering kali terasa seperti usaha untuk memastikan posisi dalam warisan.

3. Tiba-tiba Menjadi Dermawan

Ironisnya, mereka yang mengincar warisan sering kali mulai memberikan hadiah lebih dulu. Kamu mungkin mendapati mereka membayar makan malam keluarga, memberikan hadiah mahal, atau bahkan mengatur liburan bersama.

Secara psikologis, ini adalah bentuk “reciprocity”, di mana mereka berharap kebaikan mereka dibalas dengan bagian warisan yang lebih besar.

4. Bermain Kartu “Kesayangan”

Salah satu trik manipulasi klasik adalah memainkan peran sebagai “anggota keluarga kesayangan”. Mereka mungkin mulai mengungkit kenangan lama, menunjukkan foto-foto lama, atau bercerita tentang betapa dekatnya hubungan mereka dengan anggota keluarga yang kaya.

Lebih jauh lagi, mereka bisa saja merendahkan anggota keluarga lain untuk menonjolkan diri sebagai yang paling pantas mendapat warisan. Namun, perlu diingat bahwa menjadi “kesayangan” tidak otomatis berarti mereka berhak atas bagian warisan yang lebih besar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore