
Ilustrasi anggota keluarga yang bersikap baik hanya demi mengamankan warisan. (Freepik)
JawaPos.com - Ketika uang terlibat, hubungan keluarga sering kali menjadi rumit. Bayangkan seorang kerabat yang tiba-tiba memberikan banyak pujian dan hadiah, tetapi semua itu terasa seperti ada maksud tersembunyi. Apakah kebaikan mereka murni, atau justru diselimuti niat tertentu?
Dilansir dari Geediting pada Rabu (22/1), perebutan warisan sering kali memunculkan perilaku yang terlihat biasa saja di awal, tetapi kemudian mengungkap realitas yang mencengangkan, manipulasi demi keuntungan finansial.
Dari perhatian mendadak terhadap kesehatan kerabat yang kaya hingga sanjungan berlebihan, tanda-tanda ini lebih umum dari yang kamu kira.
1. Perhatian Mendadak pada Hidup Kamu
Hubungan keluarga memang indah, tetapi ketika seorang kerabat yang sebelumnya jarang terlihat tiba-tiba menunjukkan minat besar pada kehidupanmu, ini bisa menjadi tanda bahaya. Mereka mungkin mulai sering menelepon, berkunjung tanpa pemberitahuan, atau mengirim pesan yang bertubi-tubi.
Meskipun ada kemungkinan mereka sungguh-sungguh ingin menjalin hubungan, kamu juga perlu mempertimbangkan kemungkinan bahwa mereka sedang mencoba mendekatimu untuk kepentingan pribadi. Jika perhatian ini disertai pertanyaan tentang kondisi keuangan atau rencana warisan, kamu perlu lebih waspada.
2. Sering Mengingatkan tentang Pengabdian Mereka
Perubahan perilaku ini sering kali terlihat mencolok, seperti pengalaman seseorang dengan sepupunya, John. Ketika kakek-nenek mereka mulai menua, John tiba-tiba sering mengunjungi mereka dan selalu mengingatkan bahwa dialah satu-satunya cucu yang peduli.
Ucapan seperti “Tidak ada yang peduli pada kalian seperti aku” menjadi mantra sehari-hari. Sikap ini, meskipun tampak penuh perhatian, sering kali terasa seperti usaha untuk memastikan posisi dalam warisan.
3. Tiba-tiba Menjadi Dermawan
Ironisnya, mereka yang mengincar warisan sering kali mulai memberikan hadiah lebih dulu. Kamu mungkin mendapati mereka membayar makan malam keluarga, memberikan hadiah mahal, atau bahkan mengatur liburan bersama.
Secara psikologis, ini adalah bentuk “reciprocity”, di mana mereka berharap kebaikan mereka dibalas dengan bagian warisan yang lebih besar.
4. Bermain Kartu “Kesayangan”
Salah satu trik manipulasi klasik adalah memainkan peran sebagai “anggota keluarga kesayangan”. Mereka mungkin mulai mengungkit kenangan lama, menunjukkan foto-foto lama, atau bercerita tentang betapa dekatnya hubungan mereka dengan anggota keluarga yang kaya.
Lebih jauh lagi, mereka bisa saja merendahkan anggota keluarga lain untuk menonjolkan diri sebagai yang paling pantas mendapat warisan. Namun, perlu diingat bahwa menjadi “kesayangan” tidak otomatis berarti mereka berhak atas bagian warisan yang lebih besar.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
