Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 00.13 WIB

Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Identik dengan Merah? Ini Makna dan Filosofinya

Ilustrasi Tahun Baru Imlek. (Freepik) - Image

Ilustrasi Tahun Baru Imlek. (Freepik)

JawaPos.com - Sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di dunia, Tahun Baru Imlek membawa berbagai tradisi yang penuh warna dan makna. Salah satu elemen yang tidak terpisahkan dari perayaan ini adalah warna merah.

Mulai dari dekorasi rumah, jalanan, hingga pusat perbelanjaan dipenuhi dengan warna merah. Warna ini tidak hanya memberikan suasana meriah, tetapi juga memiliki filosofi mendalam dalam budaya Tionghoa.

Bagi masyarakat Tionghoa, warna merah bukan sekadar estetika saja, tetapi juga memiliki cerita dan nilai sejarah yang panjang. Berikut makna warna merah dalam perayaan Tahun Baru Imlek, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (21/1).

Filosofi Warna Merah

Dalam filosofi Tionghoa, warna merah dikaitkan dengan elemen api, yang melambangkan energi, semangat, dan kesuksesan. Secara historis, merah juga sering digunakan dalam upacara kerajaan sebagai simbol keberanian dan perlindungan dari energi negatif. Pada masa dinasti seperti Zhou, Han, dan Ming, warna merah menjadi bagian penting dalam ritual resmi dan keagamaan.

Warna merah juga memiliki fungsi praktis dalam mengusir roh jahat. Tradisi tarian singa dan naga, yang selalu menampilkan kostum merah mencolok, adalah salah satu cara masyarakat Tionghoa menjaga keseimbangan energi baik di komunitas mereka. Dengan iringan tabuhan drum yang meriah, tarian ini dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir energi buruk.

Ketika Tahun Baru Imlek tiba, merah menjadi warna yang mendominasi sebagai simbol harapan akan tahun yang lebih baik. Tidak heran, seluruh elemen perayaan dari pakaian hingga ornamen dirancang dengan warna merah yang mencolok.

Tradisi Lentera dan Amplop Merah

Cerita rakyat Tionghoa mengisahkan warna merah digunakan untuk melindungi masyarakat dari makhluk jahat bernama Nian. Dalam legenda, penduduk desa menggantung lentera merah dan spanduk untuk menakuti Nian. Hingga kini, lentera merah menjadi simbol harapan dan perlindungan selama Tahun Baru Imlek.

Selain lentera, amplop merah atau angpao adalah bagian penting dari tradisi ini. Amplop merah berisi uang diberikan kepada anak-anak dan orang yang lebih muda sebagai simbol keberuntungan. Legenda menyebutkan bahwa amplop merah berasal dari cerita tentang delapan koin ajaib yang mampu mengusir roh jahat. Dalam tradisi modern, pemberian amplop ini juga mencerminkan harapan akan rezeki yang melimpah di tahun mendatang.

Makna Pakaian Merah Selama Imlek

Memakai pakaian merah adalah tradisi yang tidak boleh dilewatkan saat Tahun Baru Imlek. Dari baju hingga aksesori, warna merah dianggap dapat melindungi pemakainya dari bahaya dan mendatangkan keberuntungan.

Warna merah juga dikaitkan dengan cinta, vitalitas, dan optimisme. Dalam kepercayaan Tionghoa, mengenakan pakaian merah di awal tahun akan membawa semangat dan energi positif sepanjang tahun.

Dengan makna yang mendalam dan tradisi yang penuh warna, merah bukan hanya sekadar warna dalam perayaan Imlek, tetapi juga menjadi simbol harapan, perlindungan, dan kemakmuran bagi setiap orang yang merayakannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore