Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Januari 2025 | 18.02 WIB

7 Perilaku Orang yang Menerapkan Slow Living, Salah Satunya Berlatih Mindfulness

Ilustrasi perempuan yang memilih hidup slow living - Image

Ilustrasi perempuan yang memilih hidup slow living

JawaPos.com - Di era yang serba cepat ini, istilah slow living semakin sering terdengar sebagai gaya hidup alternatif untuk menghadapi tekanan hidup modern. Slow living bukan sekadar soal bergerak lebih lambat atau melakukan sesuatu dengan santai.

Ini adalah cara hidup yang mengutamakan kesadaran penuh, menikmati setiap momen, dan menjalani hidup dengan tujuan yang jelas. Orang-orang yang menerapkan slow living menunjukkan berbagai perilaku yang mencerminkan filosofi ini. Apa saja perilaku tersebut?

Dilansir dari laman Blog Herald pada Minggu (19/1) uk, simak daftarnya!

1. Merangkul Momen Saat Ini

Salah satu ciri khas dari slow living adalah kemampuan untuk benar-benar hadir di saat ini. Ketika banyak orang sibuk mengejar target, para pengikut gaya hidup slow living memilih untuk menikmati perjalanan daripada hanya fokus pada hasil akhir.

Mereka menghargai setiap momen kecil, seperti menikmati secangkir kopi hangat di pagi hari tanpa tergesa-gesa atau berjalan santai sambil mengamati keindahan sekitar. Dengan merangkul momen saat ini, mereka menciptakan ruang untuk kebahagiaan yang sederhana namun mendalam.

2. Mengutamakan Kualitas Dibandingkan Kuantitas

Dalam menjalani slow living, kualitas selalu lebih penting dibandingkan kuantitas. Mereka lebih memilih untuk melakukan sedikit hal namun dengan penuh perhatian daripada mencoba menjejalkan banyak aktivitas dalam satu waktu.

Misalnya, alih-alih menghadiri banyak pertemuan atau acara dalam sehari, mereka lebih memilih untuk fokus pada satu atau dua kegiatan yang benar-benar bermakna. Perilaku ini mencerminkan betapa pentingnya menikmati proses, bukan sekadar menyelesaikan tugas.

3. Melatih Mindfulness

Salah satu praktik yang sering dilakukan oleh mereka yang mengadopsi slow living adalah melatih mindfulness atau kesadaran penuh. Praktik ini tidak memerlukan persiapan khusus dan hanya membutuhkan kehadiran dan perhatian penuh.

Latihan mindfulness bisa berupa meditasi sederhana, memperhatikan napas, atau bahkan sekadar menikmati makanan dengan perlahan. Dengan mindfulness, mereka tidak hanya memperlambat ritme hidup tetapi juga memperkuat hubungan dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.

4. Memahami Pentingnya Jeda Sejenak

Istirahat bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Orang yang menjalani slow living sangat memahami pentingnya mengambil jeda di tengah kesibukan.

Mereka menyediakan waktu khusus untuk bersantai, baik dengan membaca buku, berjalan santai, atau sekadar menikmati ketenangan di rumah. Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga memberikan ruang untuk kreativitas dan kebahagiaan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore