
Ilustrasi seorang anak laki-laki yang sedang berduka. (Freepik)
JawaPos.com – Bagi anak-anak, kematian binatang kesayangan atau orang penting di hidup mereka adalah momen yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Perasaan sedih akibat duka dapat membuat emosi anak tampak di luar kendali.
Perasaan duka yang dialami oleh anak-anak seringkali berbeda dengan orang dewasa. Sebagian anak mungkin tidak ‘menunjukkan’ kesedihan mereka seperti orang dewasa, sehingga orang-orang di sekitarnya bisa berasumsi bahwa mereka tidak membutuhkan dukungan.
Anak-anak dibombardir dengan emosi yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya serta tidak memiliki mekanisme koping untuk mengatasi kesedihan mereka. Emosi yang dirasakan anak saat berduka dapat mempengaruhi kesehatan fisik mereka, karena dapat mengganggu pola tidur, pola makan, dan banyak lagi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk membimbing dan membantu anak dalam mengatasi trauma mereka akibat kematian orang atau binatang yang disayanginya. Dirangkum dari Healthy Children dan Barnardo’s, berikut 6 langkah bijak yang bisa Anda lakukan.
1. Berbicara Kepada Anak
Anak-anak mungkin akan bingung setelah mendengar kabar kematian hewan kesayangan atau orang terdekatnya karena mereka baru pertama kali merasakan rasanya kehilangan. Sebagai orang dewasa, Anda mungkin akan berasumsi bahwa semakin sedikit berbicara mengenai hal tersebut akan semakin baik.
Nyatanya, orang tua perlu membantu anak-anak untuk memahami konsep kematian dengan menggunakan kalimat yang sesuai dengan usia anak agar mereka bisa memahami perasaannya. Misalnya, membahas bagaimana orang atau binatang yang meninggal tidak lagi merasa kesakitan atau menderita, dan sebagainya.
2. Menjadi Tempat yang Aman untuk Anak
Sulit bagi seorang anak untuk mengatasi rasa emosional atas kematian orang terdekat atau hewan yang disayanginya. Oleh karena itu, memberikan kenyamanan adalah bagian penting dalam membantu anak mengatasi rasa duka.
Beri tahu anak bahwa mereka tidak sendiri dan mereka dapat meminta bantuan kepada Anda kapanpun mereka butuhkan. Ini akan membuat anak Anda mengetahui bahwa Anda memahami perasaan mereka dan membantu mereka bangkit dari keterpurukan.
3. Membiarkan Anak Mengekspresikan Emosinya
Memberi tahu anak bahwa menangis atau berbicara mengenai perasaan saat berduka adalah hal yang baik dan benar. Anda harus membantu anak-anak menemukan cara untuk mengekspresikan emosinya, seperti kesedihan atau kemarahan, serta membantu mereka untuk mengatasi perasaan duka tersebut bersama-sama.
4. Melakukan Aktivitas di Luar Rumah
Ajaklah anak untuk melakukan aktivitas di luar rumah, seperti menghabiskan waktu di taman atau berjalan-jalan di tempat favoritnya supaya dapat mengurangi stres dan mendorong semangatnya kembali.
Jika Anda berhalangan untuk pergi ke luar, cobalah melakukan aktivitas yang menyenangkan di dalam rumah, seperti menyanyi bersama atau melakukan hobi favoritnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
