Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Januari 2025 | 04.01 WIB

9 Situasi dalam Hidup di Mana Menjadi Orang Baik Itu Penting, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang baik. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang baik. (Freepik)

JawaPos.com - Menjadi orang baik bukan hanya soal prinsip moral, tetapi juga memiliki dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut psikologi, berbuat baik dapat memberikan keuntungan yang nyata, tak hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri sendiri.

Sikap baik mencakup banyak hal, seperti kejujuran, kebaikan hati, dan empati. Menjadi orang yang memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan memberi banyak manfaat.

Lantas, bagaimana hal ini mempengaruhi kehidupan kita? Apakah benar kebaikan bisa membawa keuntungan?

Dilansir dari Geediting pada Kamis (16/1), berikut ini 9 situasi dalam hidup yang menunjukkan bagaimana menjadi orang baik bisa memberi keuntungan, berdasarkan riset psikologi.

1. Membangun Hubungan yang Bermakna

Menjadi orang baik dapat membantu kita dalam menjalin dan mempertahankan hubungan yang bermakna. Ini tidak hanya berlaku dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam pertemanan, ikatan keluarga, dan hubungan profesional.

Kita sebagai manusia cenderung tertarik pada kebaikan. Ketika kita menunjukkan kebaikan dan empati, orang lain pun lebih mungkin untuk membalasnya. Orang-orang di sekitar kita akan lebih bersedia membantu dan merasa nyaman karena mereka tahu kita bisa dipercaya.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa memiliki hubungan yang positif dan kuat sangat berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan kita. Dengan begitu, menjadi orang baik bisa meningkatkan kualitas hidup kita melalui hubungan yang lebih erat.

2. Meningkatkan Kepuasan Pribadi

Berbuat baik tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, tetapi juga bagi diri kita sendiri. Mungkin kamu pernah merasakan perasaan hangat dan puas setelah membantu orang lain. Itu bukan kebetulan.

Ketika kita berbuat baik, otak kita melepaskan hormon seperti oksitosin dan dopamin, yang berhubungan dengan perasaan bahagia dan puas. Ini sering disebut sebagai "helper’s high", yang memberikan kebahagiaan bagi diri kita sendiri.

Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan rasa kepuasan pribadi dan kebahagiaan. Jadi, berbuat baik tidak hanya membuat orang lain bahagia, tetapi juga memberi kebahagiaan bagi diri kita sendiri.

3. Mendapatkan Rasa Hormat dalam Situasi Kompetitif

Menjadi orang baik mungkin terasa seperti kerugian di lingkungan kompetitif, seperti di tempat kerja atau dalam olahraga. Kita mungkin berpikir bahwa kebaikan bisa membuat kita terlihat lemah atau mudah dimanfaatkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore