Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Januari 2025 | 20.28 WIB

8 Ciri Perilaku Kamu Sedang Berhadapan dengan Pimpinan Toxic Menurut Psikologi, Apa Saja?

Perilaku pimpinan toxic menurut psikologi. (Freepik/ yanalya) - Image

Perilaku pimpinan toxic menurut psikologi. (Freepik/ yanalya)

JawaPos.com – Berhadapan dengan pimpinan yang toxic bisa menjadi tantangan besar dalam kehidupan profesional. Perilaku mereka sering kali berdampak buruk pada produktivitas, kesejahteraan mental, dan lingkungan kerja secara keseluruhan.

Psikologi memberikan panduan untuk mengenali tanda-tanda bahwa seseorang sedang menghadapi pimpinan yang toxic. Berbagai ciri ini dapat membantu kamu mengidentifikasi pola-pola yang merugikan.

Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (13/1), diterangkan bahwa terdapat delapan ciri perilaku seseorang sedang berhadapan dengan pimpinan yang toxis menurut Psikologi.

  1. Permainan kekuasaan

Seorang pemimpin yang beracun seringkali menunjukkan perilaku manipulatif dalam penggunaan kekuasaannya. Mereka cenderung membuat keputusan secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan tim, mengabaikan masukan berharga, dan bahkan merendahkan orang lain untuk mempertegas dominasi mereka.

Pola kepemimpinan seperti ini menciptakan budaya ketakutan dan ketidaknyamanan, alih-alih membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kolaborasi positif. Bagi pemimpin beracun, kontrol adalah segalanya dan mereka akan melakukan apa saja untuk mempertahankannya.

  1. Ketiadaan empati

Minimnya rasa empati menjadi tanda yang sangat jelas dari seorang pemimpin beracun. Ketika tim sedang kewalahan dengan beban kerja, alih-alih memberikan dukungan atau pemahaman, pemimpin seperti ini justru menambah tugas dengan dalih "membangun mental".

Mereka sering mengabaikan kesulitan yang dihadapi anggota tim dan menganggap emosi sebagai bentuk kelemahan. Sikap ini akhirnya menciptakan jurang pemisah dalam tim dan membuat anggotanya merasa tidak dihargai.

  1. Kritik yang tak henti

Dalam dunia kerja, kritik memang diperlukan untuk pengembangan diri, namun pemimpin beracun cenderung memberikan kritik tanpa henti yang melampaui batas kewajaran. Mereka terus-menerus mencari-cari kesalahan dan memberikan komentar negatif yang membuat tim merasa terpuruk alih-alih termotivasi.

Riset menunjukkan bahwa perbandingan ideal antara pujian dan kritik seharusnya 5:1. Sayangnya, pemimpin beracun gagal memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran.

  1. Komunikasi yang buruk

Komunikasi yang buruk menjadi ciri khas pemimpin beracun yang sangat mengganggu dinamika tim. Mereka sering mengambil keputusan secara tertutup tanpa memberi tahu tim, menyembunyikan informasi penting, dan menciptakan suasana ketidakpastian yang membuat anggota tim kebingungan.

Pemimpin seperti ini bagaikan buku tertutup yang membuat orang-orang di sekitarnya harus menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi. Ketidakjelasan komunikasi ini akhirnya merusak kepercayaan dan produktivitas tim.

  1. Enggan mengakui kesalahan

Pemimpin beracun memiliki ego yang terlalu besar untuk mengakui kesalahan mereka sendiri. Ketika sebuah kesalahan terjadi, mereka akan mengabaikannya atau yang lebih buruk lagi, mengalihkan kesalahan tersebut kepada orang lain.

Mereka menganggap diri mereka sempurna dan kebal dari kesalahan, padahal kesalahan adalah hal yang manusiawi. Sikap ini menciptakan budaya kerja yang tidak sehat di mana pembelajaran dari kesalahan menjadi hal yang tabu.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore