Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2025 | 00.25 WIB

Menghindari DM, Tren Baru dalam Komunikasi Digital dan Dampaknya pada Tingkat Stres

ilustrasi seseorang yang tidak pernah mendapat banyak like di media sosial. (freepik) - Image

ilustrasi seseorang yang tidak pernah mendapat banyak like di media sosial. (freepik)

JawaPos.com – Komunikasi digital telah berkembang pesat, menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam menjalin interaksi. Namun, di tengah berbagai keuntungan, muncul fenomena menarik: penghindaran pesan langsung (DM). Apakah ini sekadar tren, atau justru mencerminkan perubahan mendalam dalam cara kita berinteraksi di dunia digital?

Berikut adalah faktor-faktor utama yang mendasari fenomena ini dan bagaimana hal tersebut memengaruhi tingkat stres seseorang dalam komunikasi digital.

1. Preferensi Komunikasi Asinkron

Komunikasi asinkron memungkinkan individu untuk merespons pesan di waktu yang nyaman tanpa tekanan untuk membalas secara instan.

Menurut laporan dari Preply, catatan suara sering dipilih sebagai alternatif pesan teks karena menawarkan komunikasi yang lebih bernuansa dan fleksibel. Hal ini membantu mengurangi stres akibat ekspektasi respons cepat di DM.

2. Kelelahan Digital dan Overload Informasi

Banjir notifikasi dan informasi dari berbagai platform digital sering kali menyebabkan digital fatigue atau kelelahan digital.

Penelitian yang dikutip dari Refinery29 menunjukkan bahwa penggunaan berlebihan platform digital dapat memicu kecemasan dan stres. Menghindari DM menjadi salah satu cara individu mengurangi rangsangan berlebih dan memelihara kesehatan mental.

3. Kontrol dan Privasi dalam Interaksi

DM dianggap lebih personal dibandingkan bentuk komunikasi digital lainnya, sehingga beberapa individu memilih untuk membatasi aktivitas mereka di platform ini.

Menurut I-D Magazine, catatan suara dianggap lebih intim dibandingkan teks biasa, memungkinkan kontrol yang lebih baik atas cara berkomunikasi tanpa merasa terlalu terekspos.

4. Pergeseran ke Bentuk Komunikasi Alternatif

Voice notes atau catatan suara menjadi pilihan populer sebagai alternatif DM. Media ini memungkinkan ekspresi emosi dan intonasi yang lebih baik, menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih autentik.

Seperti yang dikutip dari Preply, catatan suara menawarkan fleksibilitas dan nuansa komunikasi yang lebih efisien dibandingkan teks.

5. Tekanan Sosial untuk Selalu Responsif

Di era digital, ada ekspektasi sosial yang kuat untuk selalu terhubung dan responsif. Hal ini sering memicu stres dan kecemasan, terutama di kalangan generasi muda.

Laporan dari Refinery29 mencatat bahwa tekanan untuk selalu aktif di dunia maya mendorong individu untuk menetapkan batasan dalam interaksi digital mereka, salah satunya dengan menghindari DM.

Fenomena penghindaran DM adalah cerminan dari dinamika komunikasi modern. Preferensi terhadap komunikasi asinkron, munculnya bentuk komunikasi alternatif, serta keinginan untuk menjaga kesehatan mental menjadi alasan utama di balik tren ini.

Dalam era digital yang semakin kompleks, memahami fenomena ini penting untuk menciptakan interaksi yang lebih sehat dan bermakna, sekaligus menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan offline.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore