Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 23.17 WIB

8 Cara Pola Asuh Overprotektif Dapat Menyebabkan Anak Menjadi Penakut dan Pemalu

8 Cara Pola Asuh Overprotektif Dapat Menyebabkan Anak Menjadi Penakut dan Pemalu./Pexels. - Image

8 Cara Pola Asuh Overprotektif Dapat Menyebabkan Anak Menjadi Penakut dan Pemalu./Pexels.

JawaPos.com - Ada batasan tipis antara menjadi orang tua yang penyayang dan terlalu protektif. Ketika batas ini dilewati, niat baik untuk melindungi anak justru bisa membentuk pola asuh yang membuat anak jadi penakut.

Proteksi berlebihan, meskipun didorong oleh rasa cinta, dapat menanamkan ketakutan, ketidakpercayaan diri, dan keengganan untuk menghadapi tantangan di dunia luar.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (9/1) berikut adalah delapan cara pola asuh overprotektif dapat memengaruhi anak secara negatif.

1. Helicopter Parenting

Istilah "helicopter parenting" merujuk pada kebiasaan orang tua yang terus-menerus mengawasi anaknya, seperti helikopter yang berputar-putar di atas kepala.

Orang tua dengan gaya ini merasa bahwa selalu hadir dan mengendalikan situasi akan melindungi anak dari bahaya dan memastikan keberhasilannya.

Namun, pendekatan ini bisa membuat anak merasa dunia luar terlalu menakutkan untuk dihadapi sendiri.

Mereka kehilangan kesempatan untuk mengeksplorasi, membuat kesalahan, dan belajar dari kesalahan tersebut, yang pada akhirnya membentuk rasa takut terhadap kehidupan nyata.

2. Amplifikasi Rasa Takut

Proteksi berlebihan sering kali disertai dengan amplifikasi rasa takut. Misalnya, orang tua yang selalu mengingatkan anak tentang bahaya jatuh, tersesat, atau terluka bisa tanpa sadar menanamkan rasa takut yang berlebihan.

Ketika anak terbiasa mendengar skenario negatif, mereka mungkin tumbuh dengan persepsi bahwa dunia ini penuh ancaman, membuat mereka takut untuk mengambil risiko atau mencoba hal baru.

3. Menyelesaikan Masalah Anak

Ketika orang tua terburu-buru membantu atau menyelesaikan masalah anak, mereka secara tidak langsung mengirimkan pesan bahwa anak tidak mampu menghadapi masalah sendiri.

Misalnya, jika setiap kali anak menghadapi konflik dengan teman, orang tua langsung turun tangan, anak kehilangan kesempatan untuk belajar keterampilan pemecahan masalah.

Kebiasaan orang tua seperti ini dapat menciptakan pola asuh yang membuat anak jadi penakut dalam menghadapi tantangan hidup.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore