
Ilustrasi seseorang yang bermain kartu. (freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda mengamati seseorang yang tampak memiliki kepribadian di situasi yang berbeda? Perbedaan ini terkadang begitu mencolok hingga menimbulkan pertanyaan, “Apakah ini orang yang sama?”
Melansir SCMP.com, fenomena ini dikenal sebagai penggunaan topeng sosial, yaitu menampilkan diri yang berbeda dari kepribadian asli untuk menyesuaikan konteks dari interaksi sosial.
Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan mental dan hubungan interpersonal.
Mengidentifikasi seseorang yang memakai topeng sosial memerlukan pengamatan yang tepat, dilansir dari Manhattan Psychology berikut beberapa ciri yang dapat ditemukan:
Ketidaksesuaian antara Ucapan dan Tindakan: Inkonsistensi antara perkataan dan perbuatan merupakan indikasi penting. Seseorang mungkin menyatakan persetujuan terhadap suatu hal, tetapi tindakannya menunjukkan sebaliknya. Hal ini sering kali didorong oleh keinginan untuk menyenangkan orang lain atau menghindari konflik.
Menghindari Konflik dan Konfrontasi: Individu yang memakai topeng sosial cenderung menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan perselisihan. Mereka lebih memilih untuk mengalah atau menyetujui pendapat orang lain, demi menjaga citra positif.
Perubahan Perilaku Signifikan di Lingkungan Berbeda: Perbedaan perilaku yang mencolok antara lingkungan kerja, rumah, atau pergaulan dengan teman menunjukkan adanya upaya adaptasi terhadap ekspektasi yang berbeda di setiap lingkungan.
Kesulitan dalam Mengekspresikan Emosi yang Sebenarnya: Menyembunyikan emosi merupakan aspek penting dalam pengunaan topeng sosial. Ia mungkin selalu menampilkan kesan ceria dan positif, bahkan ketika mengalami kesulitan atau kesedihan, karena ia takut menunjukkan kerentanan dirinya.
Kebutuhan Validasi yang Berlebih: Kebutuhan akan pengakuan dan pujian dari orang lain mencerminkan kurangnya rasa percaya diri dan penerimaan diri.
Kecemasan Terhadap Penilaian Orang Lain: Kekhawatiran yang berlebihan terhadap penilaian orang lain mendorong individu untuk terus menerus menyesuaikan diri dengan penilaian orang lain karena takut dihakimi jika menampilkan diri yang sebenarnya.
Baca Juga: Jarang Diketahui! 5 Kepribadian Unik yang Dimiliki Orang yang Mudah Tertidur, Menurut Psikologi
Mengapa Seseorang Memakai Topeng Sosial?
Penggunaan topeng sosial didorong oleh berbagai faktor. Ketakutan akan penolakan negatif merupakan pendorong utamanya, seringkali berakar pada pengalaman di masa lalu seperti ejekan atau penolakan sosial.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
