Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Januari 2025 | 18.23 WIB

Sering Terlihat Berbeda Kepribadian? Begini Ciri-ciri Seseorang yang Memakai Topeng Sosial untuk Berinteraksi

Ilustrasi seseorang yang bermain kartu. (freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang bermain kartu. (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengamati seseorang yang tampak memiliki kepribadian di situasi yang berbeda? Perbedaan ini terkadang begitu mencolok hingga menimbulkan pertanyaan, “Apakah ini orang yang sama?”

Melansir SCMP.com, fenomena ini dikenal sebagai penggunaan topeng sosial, yaitu menampilkan diri yang berbeda dari kepribadian asli untuk menyesuaikan konteks dari interaksi sosial.

Penggunaan topeng sosial dalam kadar tertentu merupakan hal yang wajar untuk menempatkan diri.

Namun, penggunaan yang berlebihan dapat berdampak negatif bagi kesehatan mental dan hubungan interpersonal.

Ciri-ciri Seseorang yang Cenderung Memakai Topeng Sosial

Mengidentifikasi seseorang yang memakai topeng sosial memerlukan pengamatan yang tepat, dilansir dari Manhattan Psychology berikut beberapa ciri yang dapat ditemukan:

Ketidaksesuaian antara Ucapan dan Tindakan: Inkonsistensi antara perkataan dan perbuatan merupakan indikasi penting. Seseorang mungkin menyatakan persetujuan terhadap suatu hal, tetapi tindakannya menunjukkan sebaliknya. Hal ini sering kali didorong oleh keinginan untuk menyenangkan orang lain atau menghindari konflik.

Menghindari Konflik dan Konfrontasi: Individu yang memakai topeng sosial cenderung menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan perselisihan. Mereka lebih memilih untuk mengalah atau menyetujui pendapat orang lain, demi menjaga citra positif.

Perubahan Perilaku Signifikan di Lingkungan Berbeda: Perbedaan perilaku yang mencolok antara lingkungan kerja, rumah, atau pergaulan dengan teman menunjukkan adanya upaya adaptasi terhadap ekspektasi yang berbeda di setiap lingkungan.

Kesulitan dalam Mengekspresikan Emosi yang Sebenarnya: Menyembunyikan emosi merupakan aspek penting dalam pengunaan topeng sosial. Ia mungkin selalu menampilkan kesan ceria dan positif, bahkan ketika mengalami kesulitan atau kesedihan, karena ia takut menunjukkan kerentanan dirinya.

Kebutuhan Validasi yang Berlebih: Kebutuhan akan pengakuan dan pujian dari orang lain mencerminkan kurangnya rasa percaya diri dan penerimaan diri.

Kecemasan Terhadap Penilaian Orang Lain: Kekhawatiran yang berlebihan terhadap penilaian orang lain mendorong individu untuk terus menerus menyesuaikan diri dengan penilaian orang lain karena takut dihakimi jika menampilkan diri yang sebenarnya.

Mengapa Seseorang Memakai Topeng Sosial?

Penggunaan topeng sosial didorong oleh berbagai faktor. Ketakutan akan penolakan negatif merupakan pendorong utamanya, seringkali berakar pada pengalaman di masa lalu seperti ejekan atau penolakan sosial.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore