Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Januari 2025 | 16.15 WIB

Sadari Sebelum Parah! Ini 7 Dampak Negative Self Talk yang Dapat Memperburuk Kesehatan Mental

Ilustrasi orang negative self talk. (benzoix/freepik.com) - Image

Ilustrasi orang negative self talk. (benzoix/freepik.com)

JawaPos.com - Negative self talk adalah suara hati yang mengkritik, negatif, atau menghukum diri sendiri. Ini merupakan pikiran pesimis atau kejam yang muncul saat kita menilai diri. Setiap orang memiliki pengkritik batin. Terkadang, suara ini bisa memberi motivasi, seperti mengingatkan kita tentang pilihan yang kurang sehat atau keputusan yang tidak bijaksana.

Namun, suara ini umumnya justru lebih merugikan dibandingkan membantu, terutama jika terlalu negatif. Pembicaraan negatif terhadap diri sendiri bisa melemahkan kita. Dirangkum dari verywellmind.com, berikut ini beberapa dampak negative self talk yang dapat memperburuk kesehatan mental.

1. Risiko tinggi terkena kesehatan mental

Fokus berlebihan pada pikiran negative dapat merusak kesejahteraan mental kita, mengurangi motivasi, dan memperburuk perasaan tidak berdaya. Ketika terjebak dalam pola pikir yang penuh kritik terhadap diri sendiri, kita tidak hanya merasa lebih buruk, tetapi juga memperburuk kondisi emosional kita secara keseluruhan.

Bahkan, jenis dialog batin yang negatif ini telah terbukti mempunyai kaitan yang erat dengan munculnya gejala depresi. Oleh karena itu, kamu harus segera mengidentifikasi dan mengatasi pola pikir semacam ini sebab jika dibiarkan, hal tersebut dapat semakin memperburuk kesehatan mental kita.

2. Meningkatnya stres

Orang yang sering melakukan negative self talk biasanya mereka sendiri cenderung mengalami tingkat stres yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh perubahan persepsi mereka terhadap kenyataan yang membuat mereka merasa bahwa mereka tidak akan pernah dapat mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan.

Negative self talk bisa memengaruhi cara mereka melihat situasi di sekitar mereka, sehingga mereka menjadi kurang mampu mengenali peluang yang ada dan lebih sedikit berusaha untuk memanfaatkannya. Akibatnya, perasaan stres mereka semakin meningkat, karena perubahan dalam cara pandang dan perilaku mereka yang diakibatkan oleh pembicaraan negatif tersebut.

3. Berkurangnya keberhasilan

Salah satu kelemahan utama negative self talk adalah kurangnya dampak positif. Penelitian menunjukkan bahwa self talk positif bisa menjadi faktor penting dalam memprediksi kesuksesan sebab cara kita berbicara kepada diri sendiri dengan optimisme dan dukungan memiliki pengaruh besar terhadap pencapaian tujuan, lebih efektif daripada pembicaraan negatif yang justru membebani mental kita.

Sebagai contoh, sebuah studi pada atlet membandingkan empat jenis self talk dan menemukan bahwa self talk positif mempunyai hubungan terkuat dengan kesuksesan. Orang tidak perlu sering mengingatkan diri mengenai cara melakukan sesuatu, namun mereka perlu terus mengingatkan diri bahwa apa yang mereka lakukan luar biasa dan diakui oleh orang lain.

4. Pikiran jadi terbatas

Semakin sering kamu memberi tahu diri sendiri bahwa dirimu tidak mampu melakukan sesuatu, maka akan semakin kuat keyakinan tersebut tertanam dalam pikiranmu. Pada akhirnya, perkataan tersebut akan membentuk persepsimu tentang kemampuan diri.

Kamu mulai mempercayai bahwa hal itu benar, meskipun mungkin sebenarnya dirimu mampu melakukannya. Pikiran-pikiran negatif ini, apabila terus-menerus diulang dapat membatasi potensimu, menghalangi kemajuan, dan menguatkan rasa pesimis sehingga dapat memengaruhi tindakanmu.

5. Perfeksionisme

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore