Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 04.55 WIB

Kenali Lebih Awal Ciri-ciri Anak dengan Gangguan ADHD yang Perlu Dipahami Orang Tua

Ilustrasi anak dengan gangguan ADHD. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak dengan gangguan ADHD. (Freepik)

JawaPos.com - Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental yang umum terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.

Mengenali gejalanya sejak dini dapat memberikan dampak besar pada perkembangan akademik, sosial, dan pribadi anak.

Diagnosis dan intervensi dini memungkinkan pengelolaan gejala yang lebih efektif, sehingga memberikan hasil yang lebih baik bagi anak.

Artikel ini akan membahas cara mengenali ADHD pada anak, dengan fokus pada gejala dan perilaku utama yang mungkin mengindikasikan kehadiran gangguan ini.

ADHD ditandai dengan pola kurang perhatian (inattention), hiperaktivitas, dan impulsivitas yang lebih parah dan sering dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Penting untuk dipahami bahwa ADHD bukanlah hasil dari pola asuh yang buruk atau kurangnya disiplin, melainkan merupakan kondisi medis yang sah dan membutuhkan perhatian profesional. ADHD memiliki tiga jenis utama:

  1. Inattentive (Kurang Perhatian): Gejala yang dominan adalah sulitnya memperhatikan.

  • Hyperactive Impulsive (Hiperaktif-Impulsif): Didominasi oleh gejala hiperaktivitas dan impulsivitas.

  • Combined Type (Gabungan): Menggabungkan gejala kurang perhatian dan hiperaktif-impulsif.

  • Dikutip dari wohum.org, ADHD biasanya mulai muncul pada masa kanak-kanak, umumnya antara usia 3 hingga 6 tahun. Mengenali tanda-tanda awalnya bisa menjadi tantangan, karena seringkali tumpang tindih dengan perilaku anak normal. Namun, gejala yang terus-menerus dan terlihat dalam berbagai situasi dapat menjadi indikasi ADHD. Beberapa gejala umum meliputi:

    1. Kurang Perhatian (Inattention): Kesulitan mempertahankan perhatian dalam tugas atau aktivitas bermain.

  • Hiperaktivitas (Hyperactivity): Gerakan yang berlebihan, seperti berlari atau memanjat, terutama di situasi yang tidak sesuai.

  • Impulsivitas (Impulsivity): Bertindak tanpa berpikir, seperti menyela pembicaraan orang lain atau mengambil keputusan terburu-buru.

  • Diagnosis dan intervensi dini adalah kunci dalam membantu anak-anak dengan ADHD. Dengan memahami gejala sejak awal, orang tua dan guru dapat bekerja sama dengan profesional medis untuk menentukan strategi yang tepat, termasuk terapi perilaku, pendidikan, dan, jika diperlukan, pengobatan.

    Dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dengan ADHD dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal dan menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan produktif.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore