
Ilustrasi orang bekerja pada malam hari (Freepik)
Bagi sebagian orang khususnya mereka yang masuk dalam kategori night owl, malam hari adalah waktu terbaik untuk bekerja.
Ketika kebanyakan orang terlelap, night owl justru merasa paling fokus dan kreatif. Hal ini bukan hanya kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi biologis dan kebiasaan sehari-hari.
Seperti dilansir dari Get in Flow pada Senin (6/1), kita akan membahas lebih dalam kenapa beberapa orang lebih produktif di malam hari, meskipun dunia seakan berhenti sejenak.
Banyak orang yang mengatakan bahwa menjadi produktif di malam hari hanyalah kebiasaan yang bisa diubah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini lebih dari sekadar preferensi.
Secara ilmiah, tubuh kita diatur oleh ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang memengaruhi kapan kita merasa terjaga atau mengantuk. Setiap orang memiliki 'kronotipe' atau kecenderungan alami untuk lebih aktif di waktu tertentu.
Orang dengan kronotipe "lark" lebih produktif di pagi hari. Sebaliknya, "night owl" mencapai puncak energinya justru di malam hari.
Malam hari cenderung lebih sepi dibandingkan siang. Tanpa gangguan seperti notifikasi ponsel, suara kendaraan, atau interupsi dari orang lain, fokusmu bisa lebih maksimal.
Bagi yang mudah terganggu atau sensitif terhadap suara, malam hari adalah waktu yang ideal untuk bekerja. Lingkungan yang tenang memberikan ruang untuk konsentrasi penuh.
Otak manusia memiliki jaringan yang disebut Default Mode Network (DMN), yang aktif saat kita sedang beristirahat. DMN ini berkaitan dengan pemikiran internal, memori, dan imajinasi.
Aktivitas DMN meningkat di malam hari, sehingga banyak orang merasa lebih kreatif. Inilah alasan kenapa ide-ide brilian sering muncul di malam hari.
Pada malam hari, tubuh memproduksi lebih sedikit hormon kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan stres. Penurunan kadar kortisol ini membantu tubuh dan pikiran lebih rileks.
Selain itu, aktivitas harian seperti pekerjaan, janji temu, dan tugas rumah tangga sudah selesai. Ini memberikan waktu untuk fokus tanpa tekanan tambahan.
Beberapa orang yang merasa lebih produktif di malam hari sebenarnya mungkin memiliki gangguan tidur yang belum terdiagnosis. Misalnya, sindrom fase tidur tertunda (DSPS) membuat seseorang sulit tidur sebelum tengah malam.
Gangguan ini dapat memengaruhi pola tidur dan produktivitas. Jika kamu merasa sering lelah di siang hari, ada baiknya memeriksa apakah kamu memiliki gangguan tidur.
Bagi individu dengan ADHD, malam hari sering kali menjadi waktu terbaik untuk bekerja. Mereka cenderung lebih mudah terdistraksi di siang hari, tetapi menemukan fokus lebih baik saat suasana tenang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
