Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Januari 2025 | 22.22 WIB

Cara Jitu dan Efektif Menghadapi Bawahan Bermuka Dua Tanpa Merusak Hubungan Tim untuk Atasan yang Bijaksana

Ilustrasi atasan dan bawahan di tempat kerja. - Image

Ilustrasi atasan dan bawahan di tempat kerja.

JawaPos.com - Sebagai atasan mungkin Anda pernah bertemu dengan bawahan yang selalu bertingkah manis, ramah, dan menyenangkan di depan Anda, tetapi diam-diam ia menjelekkan Anda di belakang.

Anda mungkin telah berhadapan dengan bawahan bermuka dua. Bawahan bermuka dua menggambarkan seseorang yang tidak tulus atau tidak jujur dalam perilaku mereka.

Mereka sering menunjukkan dua sisi yang berbeda tergantung pada situasi atau orang yang mereka hadapi. Kepura-puraan ini bisa menjadi strategi untuk menyembunyikan perasaan yang lebih dalam.

Memiliki kecenderungan sangat iri terhadap kesuksesan atau kebahagiaan orang lain. Terkadang dia menjadi ahli patologi dan bahkan selalu unggul di depan atasannya.

Hal tersebut wajar dan sering ditemui di setiap kantor atau perusahaan. Namun, akan sangat malas jika bertemu dengan bawahan kerja kita yang bermuka dua.

Pasalnya, berhadapan dengan bawahan bermuka dua terasa melelahkan dan cenderung menyebalkan, apalagi Anda terjebak dalam permainannya.

Menghadapi bawahan bermuka dua sering menjadi ujian kesabaran di dunia kerja. Bawahan seperti ini harus segera dihindari agar tidak membawa pengaruh buruk pada Anda dan orang sekitar kantor atau perusahaan.

Sangat menarik jika kita mengulas bagaimana cara jitu untuk menghadapi bawahan kita yang bermuka dua. Sebenarnya cara menghadapinya sangat mudah dan bisa 'dibalas' dengan cara yang lebih elegan.

Berikut beberapa cara jitu dan efektif menghadapi bawahan kita yang bermuka dua, dikutip dari laman Themuse, Jumat (3/1).

1. Identifikasi Perilaku dengan Jelas

Sebagai seorang atasan, penting untuk mengidentifikasi perilaku bermuka dua dengan bukti konkret agar tidak terjebak dalam prasangka semata.

Observasi secara mendalam pola komunikasi dan tindakan bawahan yang menunjukkan ketidakkonsistenan antara apa yang dikatakan dan dilakukan.

Dengan mengumpulkan bukti yang cukup, Anda dapat menentukan langkah terbaik untuk mengatasi situasi ini secara profesional.

2. Bangun Komunikasi yang Transparan

Pastikan komunikasi Anda dengan bawahan selalu terbuka, jujur, dan langsung ke pokok masalah. Jelaskan ekspektasi dan standar kerja yang harus dipenuhi dengan menggunakan bahasa yang jelas untuk menghindari kesalahpahaman.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore