ilustrasi seseorang memiliki tingkat kecerdasan emosional di bawah rata-rata/ Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Kedewasaan emosional tidak selalu dijamin seiring bertambahnya usia. Faktanya, Anda dapat menemukan orang dewasa yang berperilaku seperti anak-anak secara emosional. Orang-orang ini sering menunjukkan perilaku tertentu yang mengungkapkan kurangnya pertumbuhan emosional mereka. Ini bukan tentang mempermalukan mereka, tetapi tentang memahami tanda-tandanya.
Menurut psikologi, ada lima perilaku utama yang menunjukkan seseorang belum tumbuh secara emosional. Siap menjelajahi penanda ini? Mari selidiki aspek perilaku manusia yang menarik ini. Ingat saja, ini bukan tentang penilaian, tetapi tentang mendapatkan wawasan dan pemahaman. Berikut 5 perilakunya, dikutip dari geediting pada Kamis (2/1).
1) Mereka berjuang dengan pengaturan emosi
Pengaturan emosi adalah bagian penting dari pertumbuhan. Ini adalah kemampuan untuk mengelola dan menanggapi pengalaman emosional dengan cara yang dapat diterima secara sosial. Psikologi memberi tahu kita bahwa orang yang belum matang secara emosional sering bergumul dengan hal ini. Mereka mungkin bereaksi berlebihan terhadap ketidaknyamanan kecil, atau kurang bereaksi terhadap peristiwa penting.
Pertimbangkan skenario di mana seseorang menumpahkan kopi ke baju mereka. Orang dewasa mungkin menertawakannya atau dengan tenang membereskan kekacauan itu. Namun, individu yang belum dewasa secara emosional mungkin bereaksi dengan kemarahan atau frustrasi yang berlebihan. Ini bukan tentang meremehkannya, tetapi tentang mengenali pola-pola ini. Memahami perilaku ini adalah langkah pertama dalam menumbuhkan empati dan mendorong pertumbuhan emosional. Ingat, perilaku ini tidak dibuat-buat. Dengan kesadaran dan usaha, kedewasaan emosional selalu dapat dikembangkan dan ditingkatkan.
2) Mereka menghindari tanggung jawab
Salah satu tanda ketidakdewasaan emosional yang paling jelas adalah keengganan untuk bertanggung jawab. Saya pribadi pernah mengalami perilaku ini dalam hidup saya. Saya memiliki seorang teman yang selalu cepat menyalahkan orang lain, tidak pernah mengakui perannya sendiri dalam situasi apa pun. Misalnya, dia pernah meminjam mobil saya dan mengembalikannya dengan goresan.
Alih-alih bertanggung jawab atas kerusakan tersebut, dia menyalahkan tempat parkir yang sempit. Dia juga gagal meminta maaf atau menawarkan untuk membayar perbaikannya. Kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab ini sering kali berasal dari ketidakmampuan menangani kritik atau ketakutan akan kegagalan. Penting untuk diingat bahwa meskipun menghadapi hal itu bisa membuat frustrasi, itu adalah tanda keadaan emosional mereka, bukan penghinaan pribadi.
3) Mereka mengalami kesulitan dengan kompromi
Kompromi adalah bagian mendasar dari setiap hubungan yang sehat, baik itu pribadi maupun profesional. Dibutuhkan kedewasaan emosional untuk memahami dan menerima bahwa kita tidak selalu dapat melakukan apa yang kita inginkan. Mereka yang belum tumbuh secara emosional sering bergumul di bidang ini. Alih-alih berkompromi, mereka mungkin bersikeras atau menggunakan amukan atau manipulasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Ingat, menyadari perilaku ini bukan tentang menghakimi orang tersebut, tetapi tentang memahami apa yang terjadi di bawah permukaan.
4) Mereka berjuang dengan empati
Empati, kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain, merupakan komponen kunci dari kedewasaan emosional. Sayangnya, mereka yang belum tumbuh secara emosional sering bergumul dengan keterampilan ini. Mereka merasa sulit untuk menempatkan diri pada posisi orang lain atau mempertimbangkan perspektif selain perspektif mereka sendiri.
Hal ini dapat terwujud dalam berbagai cara, mulai dari komentar yang meremehkan hingga ketidakmampuan untuk memberikan kenyamanan saat orang lain kesal. Penting untuk dipahami bahwa ini belum tentu disengaja. Ketidakdewasaan emosional dapat membuat mereka sangat sulit untuk memahami emosi orang lain. Dengan kesabaran dan bimbingan, mereka dapat belajar mengembangkan empati dari waktu ke waktu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
