
Ilustrasi menyampaikan sindiran (Freepik)
JawaPos.com – Ungkapan yang terdengar sopan seringkali memiliki makna tersembunyi yang dapat melukai perasaan orang lain. Pemahaman mendalam tentang cara berkomunikasi menjadi kunci untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku dan pikiran manusia dalam berbagai situasi. Dalam konteks komunikasi, psikologi membantu memahami dampak ucapan terhadap emosi dan reaksi orang lain.
Mengetahui dampak kata-kata membantu menjaga hubungan sosial yang sehat. Memilih ungkapan yang tepat mencerminkan penghormatan terhadap perasaan orang lain.
Berikut tujuh frasa baik yang ternyata kasar: ungkap psikologi di balik sindiran terselubung yang sering tak disadari dilansir dari laman Baselinemag oleh JawaPos.com, Kamis (26/12):
1. “Bless your heart” Sindiran Terselubung
Ungkapan “Bless your heart” seringkali terdengar sebagai doa yang baik, tetapi sebenarnya memiliki makna yang bisa merendahkan. Di Amerika Serikat bagian selatan, frasa ini digunakan dalam konteks pasif-agresif untuk menutupi kritik atau hinaan.
Contohnya, ucapan ini bisa berarti “Oh, kasihan sekali” saat seseorang melakukan sesuatu yang dianggap bodoh. Menurut psikologi, frasa seperti ini menciptakan komunikasi yang tidak jujur dan membingungkan penerima.
Sebagai alternatif, hindari ironi dan pilih respons yang lebih lugas. Menunjukkan perhatian tanpa menyembunyikan maksud sebenarnya lebih baik untuk menjaga hubungan yang sehat.
2. Pujian Usia Menyiratkan Standar Negatif
Komentar seperti “Kamu terlihat bagus untuk usiamu” secara tidak langsung membandingkan seseorang dengan standar yang tidak relevan. Hal ini dapat membuat penerima merasa bahwa penampilan mereka tidak sesuai ekspektasi karena usia.
Dalam psikologi, ini termasuk jenis pujian yang merendahkan secara tersirat. Meskipun maksudnya baik, komentar ini dapat menciptakan rasa tidak nyaman atau keraguan diri.
Sebaiknya, berikan pujian yang spesifik tanpa menyebutkan usia atau faktor pembanding lainnya. Dengan begitu, penerima akan merasa dihargai tanpa beban.
3. Keberanian Disebut sebagai Kritik
Frasa “Kamu sangat berani” sering kali digunakan untuk merespons tindakan yang dianggap tidak lazim atau berbeda dari norma. Dalam beberapa konteks, ini menyiratkan bahwa pilihan atau tindakan tersebut dianggap terlalu berisiko atau tidak biasa.
Psikologi mencatat bahwa komentar ini dapat membuat seseorang merasa dihakimi secara halus. Padahal, tindakan mereka mungkin didasari oleh keyakinan atau tujuan yang positif.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
