Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 22.10 WIB

Intip 7 Perilaku Hubungan Pria yang Terlalu Dimanja Ibu Kandungnya Menurut Psikologi, Apa Saja?

Prilaku hubungan pria dimanja ibu menurut Psikologi. (Freepik/ Drazen Zigic) - Image

Prilaku hubungan pria dimanja ibu menurut Psikologi. (Freepik/ Drazen Zigic)

JawaPos.com – Hubungan pria dengan ibu kandungnya memiliki pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian, termasuk cara berperilaku dalam hubungan romantis. Lelaku yang terlalu dimanja oleh ibunya cenderung menunjukkan beberapa perilaku unik.

Meskipun perhatian orang tua adalah hal yang positif, pola asuh yang terlalu memanjakan bisa berdampak pada ketergantungan emosional atau kurangnya kemandirian. Menurut psikologi, ada beberapa perilaku khas yang sering muncul dalam hubungan pria yang dimanja oleh ibu kandungnya.

Dilansir dari geediting.com pada Kamis (26/12), diterangkan bahwa terdapat tujuh perilaku hubungan pria yang terlalu dimanja oleh ibu kandungnya saat tumbuh dewasa menurut Psikologi.

  1. Menghindari konflik

Seorang lelaki yang dibesarkan dengan pola asuh berlebihan cenderung mengembangkan mekanisme pertahanan diri dengan menghindari perselisihan.

Sejak kecil, mereka terbiasa dengan lingkungan yang menyelesaikan masalah dengan menutupi atau mengalihkan perhatian. Ketika menghadapi ketegangan dalam hubungan, mereka lebih memilih mundur dan tidak mengungkapkan perasaan atau pendapatnya.

Sikap menghindar ini membuat pasangan sulit membangun komunikasi yang sehat dan mendalam. Akibatnya, permasalahan yang seharusnya dapat diselesaikan justru menumpuk dan berpotensi merusak hubungan.

  1. Ekspektasi tinggi

Lelaki yang dibesarkan dengan pola asuh berlebihan sering memiliki standar yang sangat tinggi terhadap pasangannya. Mereka membawa model pengasuhan ibunya sebagai tolok ukur dalam menilai kemampuan pasangan.

Standar sempurna yang tertanam sejak kecil membuat mereka sulit menerima keterbatasan dan keunikan individu lain.

Pasangan akan merasa tertekan dengan tuntutan yang hampir mustahil dipenuhi. Pola pikir ini tidak hanya merusak dinamika hubungan, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan diri pasangan.

  1. Kesulitan mandiri

Sejak kecil, lelaki yang terlalu dimanjakan kehilangan kesempatan untuk belajar mengurus diri sendiri. Ketergantungan pada figur pengasuh membuat mereka kesulitan menjalankan tugas-tugas dasar kehidupan mandiri.

Mulai dari memasak, mencuci pakaian, hingga mengatur keuangan, mereka sangat bergantung pada orang lain.

Dalam hubungan romantis, mereka cenderung mengalihkan semua tanggung jawab rumah tangga kepada pasangan. Kondisi ini menciptakan beban tambahan dan ketidakseimbangan peran dalam relasi.

  1. Sulitnya mengungkapkan emosi

Lelaki dengan pengalaman masa kecil yang selalu dilindungi akan mengalami kesulitan dalam mengelola dan mengekspresikan perasaan. Mereka tidak terbiasa menghadapi situasi emosional yang kompleks.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore