Ilustrasi orang yang bermain sosial media. (Freepik)
Dalam era media sosial yang serba digital, banyak orang yang terjebak dalam lingkaran kebutuhan akan validasi.
Mereka yang terobsesi dengan jumlah like sering kali memiliki keinginan yang mendalam untuk merasa diterima oleh orang lain.
Setiap like di media sosial dianggap sebagai simbol penerimaan sosial, sebuah bentuk pengakuan bahwa keberadaan mereka diakui dan dihargai.
Hal ini mencerminkan kebutuhan mendalam untuk mendapatkan validasi dari lingkungan sosial mereka.
Dalam psikologi, fenomena ini sering kali dikaitkan dengan individu yang memiliki tingkat rasa percaya diri yang rendah atau merasa kurang dihargai dalam kehidupan nyata.
Akibatnya, media sosial menjadi sarana untuk mengisi kekosongan emosional tersebut.
Mereka memandang jumlah like bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai tolok ukur keberhargaan diri.
Lebih jauh lagi, para ahli mencatat bahwa kebiasaan ini dapat menciptakan siklus adiktif.
Ketika seseorang menerima banyak like, otak mereka melepaskan dopamin, zat kimia yang menciptakan rasa senang.
Namun, rasa senang ini bersifat sementara, sehingga mereka terus-menerus mencari lebih banyak validasi melalui unggahan baru.
Tanpa sadar, mereka mengaitkan harga diri mereka dengan jumlah like yang diperoleh, yang pada akhirnya membuat mereka semakin bergantung pada validasi eksternal.
2. Takut Ketinggalan (FOMO)
Fear of Missing Out (FOMO) adalah fenomena psikologis yang sangat umum di era digital.
Orang yang terobsesi dengan jumlah like sering kali juga mengalami FOMO, yaitu ketakutan akan ketinggalan informasi, tren, atau momen penting yang sedang terjadi di media sosial.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
